Perjudian Djadjang Nurdjaman Ini Berbuah Juara ISL 2014 bagi Persib

Football5Star.com, Indonesia – Eks pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, bercerita pelan-pelan melakukan perjudian saat masuk ke dalam tim. Hal itu nyatanya berhasil membawa Persib dalam era keemasannya.

Djadjang Nurdjaman datang ke Persib pada 2013. Dia memikul beban berat usai sebelumnya bersama Drago Mamic, Maung Bandung hanya finis di posisi kedelapan ISL 2011-2012. Tapi perlahan tapi pasti Persib bersamanya tampil begitu dominan.

“Jadi pada 2013 di Persib masih ada pemain lama, dan sudah berbuat untuk Persib, walau belum juara. Artinya ada pemain-pemain yang sudah senior, ada Eka (Ramdani), Maman (Abdurrahman), Airlangga Sutjipto, kemudian Hariono, Atep,” kata Djadjang Nurdjaman dalam Podcast Simamaung Episode 9.

“Itu kan udah senior semua, dari saya tinggalkan Persib di 2008. Jadi bayangin senior-senior di situ. Gak mungkin saya bisa ubah langsung komposisi, jadi saya hanya memasukkan satu-dua pemain yang saya rekomendasikan,” sambung dia.

Djadjang Nurdjaman Sempat Bertengkar dengan Arcan Iurie karena Robertino

Lalu, Djadjang NUrdjaman mencoba mempelajarinya. Pada musim pertamanya, dia sukses membawa Persib Bandung finis di urutan keempat sesuai dengan target yang dibebankan oleh manajemen.

“Kebetulan kita bisa narik Sergio (van Dijk) waktu itu. Kesampain lah kita di ranking 4. Dari pelajaran di tahun pertama, kemudian saya berbenah untuk 2014,” papar dia.

Perjudian Dimulai

Kemudian perjudian Djadjang dimulai pada 2014. Dia memiliki banyak ide tapi terhalang oleh komposisi pemain. Sehingga beberapa pemain meski senior tapi tak sesuai kriterianya didepak dari Persib.

“Saya ganti pemain yang bisa membantu membawa misi saya menjadi juara. Saya bawa Firman (Utina), Supardi (Nasir), (M) Ridwan, (Achmad) Jufriyanto, kemudian di saat-saat terakhir masukin Vlado (Vladimir Vujovic. Firman, Supardi, Ridwan itu bareng-bareng itu (satu paket dari Sriwijaya),” beber Djadjang Nurdjaman.

Kemudian Djadjang memutuskan untuk melepas Maman Abdurrahman hingga Airlangga. “Sisa Atep, Hariono. Asing-asingnya juga saya ganti, kemudian saya masukkan Djibril sama Konate, terus juga Vlado. Cuma tiga aja, padahal jatahnya empat,” tambah dia.

Perjudian itu akhirnya berhasil. Persib berhasil menjadi jawara ISL 2014 usai mengalahkan Persipura Jayapura dalam partai dramatis sampai adu penalti pada final yang diselenggarakan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More