Pernyataan Berkelas Witan Sulaiman Saat Sesi Perkenalan di Radnik Surdulica

Football5star.com, Indonesia – Witan Sulaiman resmi diperkenalkan sebagai pemain baru FK Radnik Surdulica di Super Liga Serbia pada Selasa (18/2/2020). Dalam ksempatan itu, Witan memang tak banyak bicara. Namun, ada satu pernyataan berkelas yang dilontarkan untuk ukuran pemain berusia belia.

Witan sudah tiba di Serbia sejak Jumat (14/2/2020). Dia pun sudah mampir ke Stadion Surdulica, hingga menonton pertandingan di kandang Partizan Belgrade, Minggu (16/2/2020). Namun, baru pada Selasa (18/2/2020), Witan diperkenalkan secara resmi sebagai bagian dari keluarga besar Radnik Surdulica.

Witan Sulaiman Diresmikan, Bos Radnik Surdulica Berbunga-bunga - Hotsport-rs
FK Radnik

Dalam kesempatan itu, Witan Sulaiman ditanya oleh media Serbia terkait kabar adanya klub Eropa lain yang mengincarnya. Memang, kabar yang santer beredar pemain jebolan SKO Ragunan itu menola peluang gabung salah satu klub Belgia dan Polandia serta lebih memilih ke Serbia.

Perihal kabar tersebut, Witan Sulaiman punya jawaban berkelas. Pernyataan yang terkesan normatif, tapi cukup dewasa untuk pemain seusianya. Witan pun cukup tenang dalam berbicara di depan media Serbia, laiknya pesepak bola profesional yang sudah berpengalaman.

“Aku sangat terkesan dengan lingkungan dan orang-orang di Radnik Surdulica. Organisasi dalam segala hal membuatku tertarik, tapi juga serius di lain sisi. Hingga aku bisa bicara tentang kolektivitas dalam latihanku,” ucap Witan Sulaiman seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi klub Radnik Surdulica.

Tak cuma itu, mantan pemain PSIM Jogjakarta itu pun mengaku senang dengan sambutan hangat yang diterimanya sejak tiba di Serbia. “Aku punya pendapat sama ketika bicara soal orang-orang di kota ini, yang memberikan sambutan hangat kepadaku,” ucap Witan.

Witan Sulaiman menjadi pemain pertama dari Indonesia yang akan berkarier di Liga Serbia. Dia mengikuti jejak koleganya di timnas U-23 Indonesia, Egy Maulana Vikri, yang lebih dahulu merantau ke Eropa, tepatnya Polandia, guna memperkuat Lechia Gdansk.