Persebaya: Aturan Soal Flare Harus Diperjelas!

Banner E-Magazine Januari 2020

Football5star.com, Indonesia – Persebaya meminta pihak PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) untuk menerapkan aturan jelas mengenai flare saat pertandingan Liga 1 2020. Pihak Persebaya menyebut bahwa pihaknya akan membawa hal ini ke dalam Kongres PSSI di Bali yang rencananya berlangsung pada Sabtu (25/1)).

“Menyalakan flare, itu jelas salah jika pertandingan masih berlangsung. Jadi menit ke berapa setelah pertandingan supaya tidak kena denda,” kata Sekretaris Persebaya, Ram Surahman seperti dikutip Football5star.com dari Surya, Rabu (29/1/2020).

Sepanjang perhelatan Liga 1 2019, Persebaya memang cukup sering mendapat denda karena menyalanya flare setelah pertandingan berakhir. “Pernah setelah 90 menit berakhirnya pertandingan, kami menyalakan flare tapi tetap kena denda,” ungkap Ram menyesalkan hukuman tersebut.

Bonek - Persebaya Surabaya - Jawa Pos
Jawa Pos

Usulan ini menurut Ram bisa membuat klub bisa lebih bersiap dan mengantisipasi agar suporter tak menggunakan flare baik sebelum, saat ataupun setelah pertandingan.

“Selama ini setiap MCM tidak ada pembahasan soal ini. Lalu kami kena denda gara-gara flare. Padahal pertandingan sudah selesai,” imbuhnya.

Yang juga menarik ialah soal denda terhadap klub yang kedapatan suporternya menyalakan flare di Liga 1 2019. Sejumlah klub mendapat denda yang berbeda-beda di kasus sama flare.

Seperti pada hasil komdis PSSI pada pekan-pekan akhir Liga 1 2019. Di sidang Komdis PSSI pada 7 Januari 2020, Persib, Persija, PSM Makassar, PSIS Semarang PS TIRA Persikabo hingga Arema FC seperti dikutip didenda Rp 200 juta akibat pelanggaran penyalaan flare di dalam stadion. Yang menarik, sanksi berbeda diterima juara Liga 1 2019 Bali United.

Bali United hanya mendapat denda sebesar Rp 100 juta. Hukuman berbeda juga diterima Barito Putera dengan jenis pelanggaran sama dan didenda Rp 50 juta. Denda sama juga diterima Semen Padang di kasus yang sama.

Comments are closed.