Persib Sebut Rapid Test Tak Tepat untuk Syarat Liga 1 Dilanjutkan

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung menyebut metode rapid test untuk syarat Liga 1 2020 dilanjutkan tak tepat. Hal itu disuarakan oleh Dokter tim Persib, Rafi Ghani yang mengambil contoh Wander Luiz.

Seperti diketahui, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah sepakat akan melanjutkan Liga 1 2020 awal Oktober mendatang. Mereka jua sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 terkait rencana tersebut.

Nah, dalam koordinasi itu, PSSI diwajibkan Gugus Tugas untuk memastikan klub-klub peserta melakukan setidaknya melakukan tes kepada staf, pelatih, hingga pemainnya.

“Saya sudah melihat sepintas protokol kesehatan untuk dimulainya Liga 1. Di sana ada salah satu poin yang saya tidak setuju karena pemeriksaan dengan rapid test. Jadi artinya setiap orang yang boleh masuk lapangan sudah lolos pemeriksaan rapid test yang nonreaktif,” ungkap Rafi Ghani dikutip dari Simamaung.

Teddy Tjahjono - Persib Bandung - Liga 1 2020 - persib.co. id 2

“Mengapa saya tidak setuju karena ada salah seorang atlet saya yang pada Bulan Maret terpapar Covid-19 dengan pemeriksaan PCR, setelah melakukan isolasi mandiri sembuh dengan sendirinya,” sambung dia.

Dalam rapid test disebutkan dokter Persib itu, hasilnya tak terlalu tepat. Saat tubuh pasien sudah membentuk antibodi, maka akan dinyatakan reaktif seperti Wander Luiz.

“Saya berpikir pada atlet saya ini sudah terbentuk antibodi, jadi kalau rapid test yang kita ketahui hanya untuk mengetahui antibodi di dalam badan seseorang artinya sudah bisa dipastikan itu akan reaktif atau positif pada saat pemeriksaan rapid test,” tutup dia.