Persib Sebutkan Rincian Kejanggalan Saat Melawan Madura United

Football5Star.com, Indonesia – Persib Bandung mengklaim memiliki bukti kuat tentang kejanggalan-kejanggalan yang terjadi pada saat mereka melawat ke kandang Madura United beberapa waktu lalu.

Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan tuan rumah dengan skor 2-1 itu disebut Persib terdapat banyak ketimpangan dari kepemimpinan wasit. Saat itu, pertandingan dipimpin oleh wasit Faulur Rosy.

“Saya ingin pemain menganalisa hasil pertandingan dan statistik pertandingan, karena statistik sangat mencurigakan,” ujar Pelatih Persib, Robert Alberts seperti dikutip Football5Star.com dari laman Vikingpersib.

Robert pun menyebut bahwa pihaknya memiliki beberapa bukti spesifik yang bisa memberatkan keputusan wasit di laga tersebut, yang diklaim lebih banyak menguntungkan Madura United.

“Sekarang kita lebih spesifik dengan bukti kuat dan jika melihat statistik di internet sebelum mengucapkan sesuatu, opini netral dari orang-orang, karena opini dari opini netral di luar kita juga punya bukti kuat,” tutur Robert.

Persib Sebutkan Rincian Kejanggalan Saat Melawan Madura United
Persib.co.id

Ia pun membeberkan statistik serangan Laskar Sapeh Kerrab yang disebut lebih sedikit dibandingkan apa yang dilakukan anak asuhnya. “Serangan berbahaya justru mereka lebih sedikit daripada kita, ke target lebih sedikit, penyelamatan kiper 50:50,” kata Robert.

Kejanggalan Jumlah Pelanggaran dan Tambahan Waktu

Hal itu pun berbanding terbalik dengan pelanggaran yang terjadi di lapangan. Laskar Sappeh Kerab mendapat 24 kali tendangan bebas sedangkan Maung Bandung hanya mempunyai 9 tendangan bebas. Ketimpangan ini disebut Robert memiliki kejanggalan.

“Itu sangat tak seimbang dan saya menjelaskan kepada pemain, meski mereka mendapatkan 24 kali tendangan bebas, pemain kami hanya dapat satu kartu kuning,” paparnya. 

“Mereka (MU) mendapat 9 tendangan bebas, tapi malah mendapat empat kartu kuning. Dari statistik itu terlihat ada yang tak sesuai. Seharusnya kami yang mendapat empat kartu kuning karena melakukan 24 pelanggaran,” tuturnya. 

Lebih lanjut, keputusan wasit yang hanya memberikan tambahan waktu 2 menit di babak kedua pun menjadi pertanyaan. Pasalnya, jika menilik pada satu kejadian perawatan cedera Omid Nazari saja sudah memakan waktu kurang lebih 6 menit.

“Tapi kita hanya diberi dua menit tambahan waktu dan insiden itu (penalti) sangat mencurigakan,” ujar Robert.

“Jika melihat waktu setiap dua menit, seperti yang kita buktikan di bukti pada protes kepada liga saat Omid cedera. Jika dianalisa situasi saat itu pemain madura tidak pernah bisa mendapat bola ketika berhadapan dengan pemain Persib,” tuturnya.

Comments
Loading...