ANALISIS: Bayangan Taktik Persib Tanpa Bauman dan Ezechiel

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Sanksi Komdis PSSI sudah turun untuk Persib Bandung. Pemuncak klasemen sementara Go-Jek Liga 1 2018 ini diberi total 9 hukuman untuk klub, suporter, ofisial, dan pemainnya. Terkait hal ini, sanksi untuk tiga pemain kunci Maung Bandung dianggap akan menggembosi skuat arahan Mario Gomez. Ketiga nama itu adalah Jonathan Bauman, Ezechiel N’Douassel, dan Bojan Malisic.

Tapi, bagaimana sebaiknya Persib menyiasati hal ini andai banding terkait sanksi pemain ditolak oleh Komisi Banding?

Di sini, kami akan mencoba menelisik beberapa hal tentang bagaimana seharusnya Persib bermain tanpa ketiga pilar kunci tersebut. Namun yang perlu diingat, situasi semakin sulit karena dua pemain inti lain juga menerima panggilan timnas Indonesia. Keduanya adalah Dedi Kusnandar dan Febri Hariyadi.

Tidak Mengganti Sistem Gomez

Sudah sejak menangani Johor Darul Ta’zim (JDT), Mario Gomez populer dengan sistem 4-4-2 yang mengandalkan superioritas dua penyerang tengahnya. Ini yang kemudian membuat Persib bergerak masif di awal musim mencari penyerang pendamping N’Douassel. Nama-nama seperti Airlangga Sucipto, Muchlis Hadi Ning Syaifullah, hingga Jonathan Bauman dan Patrich Wanggai, resmi didatangkan.

Persib

Dan sejauh ini, sistem tersebut berjalan baik. N’Douassel ada di deretan top skor Liga 1 dengan koleksi 14 gol. Bauman tak jauh di belakangnya dengan suntingan 9 gol. Pertanyaannya, bagaimana menyikapi hal ini ketika Persib harus bermain tanpa keduanya? Sedikit gambaran, dari total 37 gol yang dibuat Maung Bandung, 23 di antaranya adalah sumbangsih duet N’Douassel-Bauman.

Dengan asumsi Wanggai terkena sanksi Komdis sebanyak 3 laga buntut dari laga kontra Mitra Kukar, praktis hanya tersisa Airlangga, Muchlis, dan dua penyerang Maung Ngora, Wildan Ramdhani dan Ilham Qolba di skuat senior. Dari empat nama tersisa, andai kita berbicara statistik, tidak ada yang mendekati kualitas duet penyerang asing Maung Bandung.

 

Optimalkan Sisi Sayap

Namun, ini bisa disiasati dengan mengoptimalkan sisi sayap. Untuk musim ini, daya eksplosif para pemain sayap Persib memang cukup dahsyat, utamanya poros kiri yang dihuni Ardi Idrus dan Ghozali Siregar. Ghozali misalnya, sudah koleksi 3 gol dan 5 asis. Pun masih ada sosok Supardi Nasir di kanan yang juga sudah koleksi 2 asis.

Mengoptimalkan sisi sayap bisa jadi cara untuk Persib bisa mengakses sepertiga akhir lawan dengan cepat seperti biasa. Bila mencermati sistem main Gomez, bola dari bawah (dari Malisic atau Victor Igbonefo) acapkali langsung diarahkan menuju duet penyerang di depan. Dari sini, bola kemudian dialirkan ke sisi sayap dan diakhiri umpan silang atau cut back ke kotak penalti. Namun bila ketiadaan sosok N’Douassel yang superior secara fisik atau Bauman yang piawai memainkan peran penyerang gantung dirasa sulit digantikan, ini biasa disiasati dengan memanfaatkan kecepatan sayap.

Persib

Bola dari bawah bisa langsung dialirkan ke sayap tanpa harus mengakses dua penyerang di depan. Tapi, sistem ini perlu dilatih di skema latihan karena perbedaan gaya bermain antara penyerang Persib yang tersisa dengan dua penyerang asing tersebut. Dengan absennya Febri untuk sementara, Supardi bisa dinaikkan kembali menjadi pemain sayap kanan dan memasang Puja Abdillah atau Henhen Herdiana di pos bek kanan.

Namun bila Supardi terlalu sayang untuk naik sebagai sayap kanan, nama Agung Mulyadi atau Atep Rizal bisa kembali diandalkan untuk mengisi pos sayap kanan. Ini perlu dilakukan untuk mengimbangi sisi kiri Maung Bandung yang sudah sangat eksplosif dan bertenaga serta konsisten. Dengan mengoptimalkan sisi sayap, Persib bisa mencari cara tercepat mengakses sepertiga akhir lawan.

 

Sinergi dengan Gelandang Tengah

Namun, hal ini perlu detail yang harus disiapkan karena eksekusi akan rumit. Rumit karena ini sistem lama yang bisa coba dieksekusi dengan menggunakan tipe pemain yang berbeda. Gelandang tengah Persib yang biasa dihuni Oh In-kyun dan Kim Jeffrey Kurniawan (untuk gantikan Dedi yang ke timnas) harus lebih banyak berlari. Ini wajar karena dengan mengoptimalkan sisi sayap, gelandang tengah harus mengikuti ritme pemain sayap saat naik atau turun guna menjaga kerapatan.

Persib

Tanpa kedisiplinan dan kesadaran taktik yang jelas, skema ini bisa berantakan karena membuat lini tengah Persib menjadi sangat mudah diterobos lawan. Di laga lawan Persija misalnya, Febri dan Ghozali sangat bersinergi dengan Dedi dan In-kyun untuk menjaga kerapatan di tengah demi menandingi tiga gelandang Macan Kemayoran. Ini pula yang membuat tim tamu cukup kesulitan membongkar pertahanan Maung Bandung dari open play. Di laga panas itu, dua gol Persija tercipta dari skema bola mati.

 

Antisipasi Absennya Febri, Dedi, dan Malisic

Untuk tiga pemain ini, Persib sebenarnya tak cukup kerepotan. Secara statistik, Maung Bandung terbiasa bermain ketika salah satu di antara Malisic atau Igbonefo harus absen. Di kondisi ini, Moch. Al-Amin Syukur Fisabilillah bisa menjadi opsi berharga. Sabil, misalnya, tampil lugas bersama Igbonefo di lini belakang saat bertandang ke markas Borneo FC. Di laga itu, ia mendapat clean sheet.

Untuk Febri, seperti sudah disinggung di atas, Atep dan Agung Mulyadi bisa menjadi jawaban. Tanpa Febri usai Asian Games 2018 misalnya, Persib masih bisa kemas dua kemenangan atas Arema FC dan Borneo FC. Di kedua laga itu, Febri sama sekali tak bermain. Atep dan Agung diberi porsi main untuk kedua laga itu.

Persib

Sementara untuk opsi pelapis Dedi, Gomez jauh lebih punya banyak pilihan. Untuk yang setipe dengan Dedi, ada sosok Kim Jeffrey yang terbukti tampil prima kala dimainkan saat melawat ke Borneo. Untuk tipikal pengatur tempo dan menjaga possesion, sosok Eka Ramdani bisa diandalkan. Tapi mengingat sistem Gomez tak melulu soal possesion, nama Kim layak dikedepankan untuk menggantikan Dedi yang dipanggil timnas.