Persija: Bangun Dream Team Tapi COVID-19 Datang, Terbayang Gak?

Football5Star.com, Indonesia – Presiden Persija Jakarta, Mochamad Prapanca, mengaku memang pandemi COVID-19 sempat bikin manajemen pusing bukan main. Sebab, mereka sudah berinvestasi besar dengan membangun skuat dream team tapi kemudian COVID-19 melanda.

Macan Kemayoran memang sangat bergeliat pada awal-awal menjelang Liga 1 2020. Mereka berhasil mendapatkan pemain-pemain bintang, seperti Evan Dimas, Marc Klok, Osvaldo Haay, Alfath Fathier, hingga mantan penggawa Juventus, Marco Motta.

Persija jua menunjuk pelatih yang pernah juarai Liga Champions Asia, Sergio Farias. Tapi kemudian COVID-19 melanda dan membuat Liga 1 2020 ditunda. Imbasnya kini mereka ditinggal pulang oleh Farias.

Marko Simic didukung rekan-rekan baru nan berkualitas pada Liga 1 2020.

“Pandemi ini datang semua seperti restart. Karena kenapa? Teknik konvesional itu tidak ada yang jalan. Orang a-e bisa berbicara, tapi kami yang menjalani dengan segala kemampuan kami,” kata Prapanca dalam YouTube Persija Jakarta.

“Contohnya, sponsor, negosiasi ulang. Pendapatan tiket hilang. Padahal itu 30 persen total penghasilan klub. Yang semua mesti tahu, 40-50 persen pendapatan klub dari sponsor, 25-30 persen itu dari tiket,” sambung dia.

Untuk pendapatan dari mechandise klub pun cuma 15 persen saja. Makanya, manajemen Persija sempat pusing bukan main mengakali kondisi yang seperti ini. Apalagi Liga 1 2020 dipastikan tak boleh ada penonton.

“Terbayang tidak, dengan skuat dream team, tiba-tiba datang COVID. Inilah kita melakukan renegosiasi dengan standar yang ditentukan PSSI. Tentunya bukan asal-asalan klub menentukan a, b, tidak. Kami punya acuan. Kalau tidak semua klub bangkrut,” pungkas dia.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More