Persija Putri: Perjalanan dengan Bus Kecil, Sempit, Hingga Pemain Kelelahan

Football5Star.com, Indonesia – Persija Putri mengalami hari yang kurang baik ketika mereka kalah telak dari PS Tira Persikabo Kartini, Sabtu (26/10/2019). Mereka kalah dengan skor cukup mencolok, yakni 6-0.

Bermain di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Persija Putri harus menempuh perjalanan dari Sawangan, Depok. Menurut pelatih Persija Putri, John Arwandhi, perjalanan yang memakan 2 jam dari Sawangan ke Stadion Pakansari cukup membuat lelah para pemainnya.

Tak hanya itu, mereka pun harus menempuh perjalanan menggunakan bus berukuran medium atau bus 3/4. Karena bus tersebut disebutnya berukuran kecil, hal itu membuat para pemainnya stress dan kelelahan setelah menempuh jarak 2 jam perjalanan.

Persija Putri: Perjalanan dengan Bus Kecil, Sempit, Hingga Pemain Kelelahan
Football5Star.com

“Selamat untuk Tira Persikabo Kartini, mereka main bagus hari ini dan bisa cetak 6 gol. Yang jelas Persija sedang dalam kondisi yang sangat drop. Kami melakukan perjalanan dari Sawangan selama 2 jam dalam perjalanan mobil kecil, sempit. Tapi itu bukan jadi alasan, melainkan jadi ujian bagi kami,” tutur John Arwandhi usai laga melawan PS Tira Persikabo Kartini.

Terlebih, Persija sendiri baru menjalani laga kontra PSIS Putri pada Jum’at kemarin (25/10/2019). Tentunya, hal itu sangatlah tidak ideal bagi sebuah tim untuk melakukan perjalanan pulang-pergi untuk melakukan pertandingan.

John Arwandhi juga menjelaskan bahwa waktu istirahat dari para pemain pun disebutkan sangat tidak cukup. Namun, dengan terselenggaranya Liga 1 Putri 2019 ini disebutnya sangat patut diapresiasi bagaimanapun keadaannya.

“Dengan segala keterbatasan Liga 1 Putri ini patutk ita syukuri. Kondisi seperti ini pastinya tidak enak, tidak nyaman,” kata Arwandhi.

“Kami sangat menyadari kondisi saat ini adalah pertandingan awal. Mudah-mudahan kedepannya akan bisa lebih baik. Bahkan bukan hanya Liga 1 Putri, di putra juga berubah-ubah. Ada yang mau memutar kompetisi Putri itu kita sudah bersyukur. Dengan keterbatasan itu kita harus menysukuri. Jadwal memang tidak ideal, tapi situasinya tidak memunkginkan,” ujarnya lagi.