Persik Minta Relaksasi Pajak untuk Pelatih dan Pemain

Football5star.com, Indonesia – Klub peserta Liga 1 2020, Persik Kediri lewat presiden klub, Abdul Hakim Bafagih meminta PSSI mendorong Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk berkoordinasi dengan Kementrian Keuangan terkait kebijakan relaksasi pajak untuk pelatih dan pemain.

Menurut Bafagih seperti dikutip Football5star.com dari antara, Rabu (3/6/2020) pajak untuk pelatih dan pemain di tengah situasi saat ini tentu sangat memberatkan.

“Pajakanya 20 persen dan bisa lebih. Ini akan menjadi beban besar bagi klub,” kata Bafagih.

Catat! Jadwal Siaran Langsung Pertandingan Liga 1 Akhir Pekan Ini - @persikfcofficial
instagram.com/persikfcofficial

Menurutnya kebijakan relaksasi pajak untuk klub sepak bola menjadi wajar di tengah pandemi corona saat ini. Apalagi, pemerintah sendiri sudah memberikan relaksasi pajak ke sejumlah sektor industri.

“Presiden Jokowi sudah memberikan atensi besar ke sepak bola Indonesia. Di saat seperti ini, akan sangat repot bilak relaksasi tidak diberikan,” ucapnya.

Ditambahnya Bafagih, bahwa ia mengusulkan tentang renegosiasi kontrak pemain dan pelatih. Menurutnya, nominal kontrak yang sudah diterima 40 persen, sisanya yang 60 persen perlu dibicarakan kembali.

“Itu wajar dilakukan. Seluruh sektor industri juga melakukan hal sama,” ucapnya. Jika hal tersebut tidak dilakukan menurutnya, masalah finansial akan dialami oleh klub Liga 1.

Selain soal relaksasi pajak, Persik juga meminta dana subsidi untuk klub dinaikkan ke kisaran Rp1,2 -1,5 miliar. Hal ini tentu saja untuk mendorong finansial klub.

Ia menyebut bahwa dirinya sudah menghitung dengan melihat kapasitas stadion di Indonesia. Rata-rata stadion saat pertandingan diisi 25.700 orang. Jika terisi setengah saja dengan harga tiket normal Rp50 ribu, maka angkanya bisa menjadi Rp9,6 miliar.

“Jika dibagikan dalam delapan bulan, ketemuanya jadi Rp 1,2 miliar. Itu hitugan kami,” tutupnya.