Persipura Ingatkan PSSI Tak Diskriminasi

Football5Star.com – Persipura Jayapura mengingatkan PSSI agar tak diskriminasi kepada pihaknya. Hal itu terkait dengan hasil semifinal Liga 1 Putri antara Persipura melawan Tira-Persikabo.

Seperti diketahui, Persipura sukses menang 5-4 dalam leg pertama yang digelar di markas Tira-Persikabo, Stadion Pakansari, Bogor. Tapi, mereka kalah 1-2 saat bermain di kandang yang diselenggarakan di Biak. Laga kemudian berakhir 6-6 secara agregat.

Kalau menurut aturan FIFA, Persipura berhak menang agresivitas gol tandang. Tapi, sampai saat ini belum ada kejelasan soal hasil semifinal. Apalagi, Persipura dalam surat PSSI dinyatakan kalah padahal harusnya menang agresivitas gol.

View this post on Instagram

Semifinal Liga Putri Harus Ikuti Regulasi FIFA, Jika Tidak, Persipura Laporkan Ke CAS . . . Manajemen Persipura merasa kecewa dengan keputusan PSSI di laga semifinal liga putri tanggal 1-7 Desember 2019. . Sekertaris Umum Persipura Jayapura Rocky Bebena mengatakan semfinal pada saat leg pertama di Pakansari Bogor kita menang 5-4 dan di Biak kalah 1-2. . || "Atas hasil itu kami manajemen Persipura sangat kecewa dengan beberapa poin yang disampaikan oleh PSSI. Jadi sebelum semifinal leg kedua tanggal 4 keluar surat terkait dengan pertandingan itu baik leg 1 dan leg kedua. Nah di pertandingan ini mereka menyampaikan bahwa mengingat regulasi pasal 9 dan pasal 10 dan juga melihat kondisi stadion yang tidak ada lampu kemudian dengan demikian dengan surat itu mereka menyampaikan bahwa jika pertandingan itu berakhir dengan kemenangan yang kalah pada leg pertama maka akan dilanjutkan dengan adu penalti tanpa ada ekstra time dan tanpa menghitung selisih gol," || ujar Rocky. Rocky menjelaskan, setelah melihat itu sebenarnya dalam Match Coordination Meeting (MCM) itu sudah dibahas sudah disampaikan kepada match comm untuk melihat dan mempertimbangkan hal itu, namun match com tidak bisa mengambil keputusan karena dia hanya bisa menjalankan pertandingan sesuai dengan jadwal dan regulasi yang dikeluarkan oleh PSSI. . || "Untuk itu dia menyarankan jika ada keberatan dari pihak klub untuk bersurat ke PSSI. Pertandingan itu hasilnya 2-1 untuk kemenangan PS TIRA, kemudian kami diminta untuk melakukan adu penalti namun kami menolak karena ini sebuah keputusan yang diluar statuta atau regulasi FIFA AFC maupun PSSI yang hanya mengatur aturan yang dikeluarkan oleh FIFA. Jadi saya pun sepanjang mengurus sepak bola baru menemukan hal ini," || tegasnya. . Dengan kejadian ini kami dari manajemen klub Persipura sudah menyampaikan surat ke PSSI tertanggal hari ini dan kami mempertanyakan keputusan yang diambil dan hasil surat yang dikasih ke kita pada tanggal 4 lalu itu. . . . Lanjut di Kolom komentar kedua, ketiga dan keempat ⬇️ ⬇️

A post shared by Persipura Papua 1963 (@persipurapapua1963) on

“PSSI di pertandingan ini menyampaikan bahwa mengingat regulasi pasal 9 dan pasal 10 dan juga melihat kondisi stadion yang tidak ada lampu kemudian dengan demikian dengan surat itu mereka menyampaikan bahwa jika pertandingan itu berakhir dengan kemenangan yang kalah pada leg pertama maka akan dilanjutkan dengan adu penalti tanpa ada ekstra time dan tanpa menghitung selisih gol,” ujar Sekretaris Umum Persipura, Rocky bebena.

Regulasi

Rocky menjelaskan, setelah melihat itu sebenarnya dalam Match Coordination Meeting (MCM) sudah dibahas sudah disampaikan kepada pengawas pertandingan. Tapi pengawas pertandingan tidak bisa mengambil keputusan karena hanya bisa menjalankan pertandingan sesuai dengan jadwal dan regulasi yang dikeluarkan oleh PSSI.

“Untuk itu dia menyarankan jika ada keberatan dari pihak klub untuk bersurat ke PSSI. Pertandingan itu hasilnya 2-1 untuk kemenangan PS TIRA. Kemudian kami diminta untuk melakukan adu penalti namun kami menolak. Karena ini sebuah keputusan yang di luar statuta atau regulasi FIFA, AFC maupun PSSI yang hanya mengatur aturan FIFA. Jadi saya pun sepanjang mengurus sepak bola baru menemukan hal ini,” tegas dia.

Menurutnya, dalam pasal 9 itu hanya mengatur durasi pertandingan. Sedangkan pasal 10 itu tentang jika dalam satu pertandingan ada dua tim yang memiliki nilai sama maka untuk menentukan peringkat akan dilihat dari selisih gol.

“Setelah hitung-hitungan itu memang baik Persipura dan Tira Kabo memiliki selisih gol yang sama yakni 6 untuk itu harusnya dilihat dari produktivitas gol tandang. Dengan demikian sudah sangat jelas bahwa tidak mungkin lagi ada adu penalti,” tambah Rocky.

Asisten Mathius Wally menambahkan, PSSI harus mengadopsi peraturan FIFA. PSSI sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia harus memandang semua tim sama dan tidak boleh ada diskriminasi juga terhadap Persipura.

“Dan saya kira dengan adanya surat ini lebih menekankan kepada diskriminasi terhadap Persipura. Jadi mohon ada keputusan yang lebih bijak dari PSSI untuk Persipura sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutup dia.

Comments
Loading...