Persipura Masih Ragu, Mungkin Ikuti Jejak Persebaya

Football5Star.com, Indonesia – Persipura Jayapura kemungkinan bisa ikuti jejak Persebaya Surabaya soal kelanjutan Liga 1 2020. Hal tersebut setelah mereka jua mengaku keberatan melanjutkan kompetisi karena kondisi Papua yang masih dalam zona merah.

Seperti diketahui, PSSI resmi mengeluarkan SK nomor 53 terkait kelanjutan Liga 1 2020 pada Oktober. Tapi memang, ada empat klub yang menolaknya, yakni Persebaya Surabaya, Barito Putera, Persita Tangerang, dan Persik Kediri.

Persipura kini juga mengakui kalau belum siap melanjutkan kompetisi. Apalagi, saat ini kondisi Papua masih dalam zona merah dan memberlakukan lockdown akibat penyebaran pandemi virus COVID-19. Mereka pun kini tak bisa keluar.

Benhur Tomi Mano mendukung putusan Ricardo Salampessy ambil kursus kepelatihan dan sementara tak bela Persipura Jayapura.

“Iya di sini (Papua) kami masih lockdown. Kami tidak ada transportasi keluar Papua. Jika dipusatkan di Pulau Jawa, susah buat kami. Mau keluar saja tidak bisa, pesawat juga belum bisa terbang karena penyebaran COVID-19 masih tinggi. Di sini masih zona merah,” ungkap Ketua Umum Persipuram Benhur Tomi Mano, dikutip dari rri.co.id.

Apalagi, setelah SK keluar belum ada lagi komuikasi dengan PSSI. Mereka saat ini belum bisa memastikan ikut atau tidaknya Liga 1 2020 yang dilanjutkan Oktober.

Setuju Bila Tak Dipusatkan di Jawa

“Kami ingin rapat dulu dengan manajemen. Kami butuh petunjuk dari PSSI sesuai pertimbangan kami. Jadi, kami belum bisa memberi kepastian (bisa ikut kompetisi atau tidak). Mungkin kalau tidak berpusat di Pulau Jawa, kami masih bisa. Misalnya di wilayah timur, Manado, karena lebih dekat transportasinya,” tutup dia.

Sebelumnya, Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, berharap kondisi COVID-19 yang melanda Papua bisa segera mereda agar Persipura jua ikut andil dalam Liga 1. Dari data terbaru Gugus Tugas COVID-19, saat ini ada 2,021 kasus dikonfirmasi di Papua, 880 sembuh, sedang 16 pasien lainnya meninggal dunia.

“Kalau Asprov Papua dari Sekjen tetap komunikasi. Mudah-mudahan sebulan atau dua bulan ke depan pesawat dari Papua sudah ada, sehari sekali kalau tidak salah, jadi makin ke sini sudah membuka juga semua, kita sedang komunikasi dengan teman-teman,” bilang Iriawan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More