Tiga Pemain Muda Indonesia Tolak Tawaran Klub Eropa

Football5star.com, Indonesia – Tiga penggawa timnas U-22 Indonesia, Saddil Ramdani, Syahrian Abimanyu, dan Witan Sulaiman, pernah ditawar klub asal Skandinavia. Namun, ketiganya menolak tawaran tersebut dengan pertimbangan finansial yang tidak terlalu tinggi.

Berita tersebut dibocorkan oleh salah seorang pemandu bakat pemain muda, Yahya Yusworo. Ia menyoroti mental dan mindset para pemain muda Indonesia yang terlalu berorientasi kepada uang.

View this post on Instagram

Ada setidaknya 3 pemain sepakbola muda di Indonesia yang sangat bertalenta dan sempat dilirik (bahkan dijamin) untuk bermain di benua Eropa melalui beberapa negara di Skandinavia (Swedia, Finlandia, Norwegia, dll). Sayangnya mereka tidak berani mengambil resiko untuk tahapan yang lebih sukses. Setidaknya ada 5 kendala bagi yang akan merantau ke Eropa yaitu: Bahasa, Cuaca, Makanan, Budaya, dan Kebiasaan. Tetapi sebelum bertemu 5 kendala tersebut, ke 3 pemain ini sudah bertemu kendala “internal” yang secara garis besar bermuara pada dua hal: mentalitas dan uang! Cakupan mentalitas ya tidak jauh-jauh dari tidak percaya diri dalam bersaing (karena orang sana kan tinggi-tinggi, cepat, agresif dan sangat fisikal), tidak bisa berkomunikasi, susah beradaptasi dll. Sedangkan uang.. Para pemain ini sudah mendapatkan tawaran kontrak bahkan sampai 2 M di negara tetangga (Malaysia / Thailand) dan di Liga Indonesia mereka konon berbandrol antara 500 juta hingga 1 M per musim. Sementara di Negara beberapa klub di Skandinavia, mereka tidak sepopuler disini jadi harga jualnya juga turun. Tapi seharusnya mereka berpikir jangka panjang. Bahwa harus ada yang dikorbankan karena bukan tidak mungkin mereka bisa lebih berkembang di negara Skandinavia. Dan bila grafik perkembangan mereka terus membaik, bukan tidak mungkin mereka di lirik ke Liga sepakbola yang lebih bergengsi (Liga Jerman, Liga Belanda, Liga Italia atau bahkan Liga Inggris). Dan bila mereka ingin kembali ke Tanah Air, bandrol merekapun sudah pasti diatas rata-rata! Berdasarkan pengamatan pribadi, setidaknya ada 2 pemain Indonesia yang sudah/sedang memeberanikan diri untuk mencoba peruntungan di Eropa, tapi saya tidak begitu yakin dengan kemampuan bersaing mereka meski keberanian untuk mencoba sudah layak diacungi jempol! Sementara dari Negara tetangga ada (mungkin banyak) anak muda yang berani menantang diri menuju perubahan seperti @ikhsanfandi Yang dimasa kecilnya juga sempat berlatih di SSI Arsenal di ISCI, Ciputat semasa ayahnya (@fandiahmadofficial) menukangi tim Pelita Jaya FC di antara tahun 2007-2010. Good luck Ix! https://www.pressreader.com/singapore/the-straits-times/20190104/281483572513125

A post shared by Yahya Broer (@yahyabroer) on

“Pada saat AFF (dan Asian Games), sebenarnya ada lima talent scouter dan agen dari Eropa. Mereka memantau dan melihat, ada tiga nama yang disebut, Saddil Ramdani,Syahrian Abimanyu, dan Witan Sulaiman,” terangnya dalam diskusi di kantor Football5star.

“Permasalahannya adalah pemain muda Indonesia, dengan nama yang cukup beken itu sudah ditawar mliaran oleh klub Malaysia atau Thailand. Sementara untuk klub-klub Eropa, paling hanya sekitar 50 juta rupiah,” sambungnya.

Belakangan diketahu Saddil menerima pinangan klub asal Malaysia, Pahang FA. Sementara Witan dan Abimanyu masih belum jelas bagaimana nasibnya.

Yahya jelas menyayangkan keputusan para pemain tersebut. Menurutnya, sebagai pemain muda Indonesia, sudut pandang soal bayaran tinggi seharusnya dikesampingkan terlebih dahulu. Namun, ia tidak bisa memaksakan karena hal tersebut berkaitan dengan target bermain pemain yang bersangkutan.  

“Jangan berpikir uang dahulu karena mereka masih muda, jalan mereka masih panjang. Permasalahannya tim-tim dari Skandinavia tersebut ada yang sudah menjamin pemain kita masuk ke tim utama mereka,” imbuhnya.

Yahya merupakan salah satu sosok yang bertanggung jawab terhadap menempa para pemain muda. Pemain-pemain binaannya antara lain adalah Irvin Museng, Ikhsan Fandi, dan Samuel Christianson.

Comments
Loading...