Peta Persaingan Babak Penyisihan Grup Copa America 2019

Football5star.com, Indonesia – Copa America 2019 akan mulai bergulir akhir pekan ini. Brasil yang tampil sebagai tuan rumah akan memainkan pertandingan pembuka dengan melawan Bolivia di Stadion Cicero Pompeu de Toledo, Sabtu (15/6/2019) pagi WIB.

Berbeda dengan perhelatan sebelumnya, yakni pada 2016 di Amerika Serikat di mana ada 16 tim terlibat. Babak penyisihan grup pun dibagi menjadi empat grup berbeda.

Kali ini, babak penyisihan grup hanya dibagi menjadi tiga. Pasalnya, hanya ada 12 tim yang bersaing tahun ini. Berikut peta persaingan babak penyisihan grup Copa America 2019:

Grup A

Neymar - PSG - Brasil - Fox Sports
Foxsports.com

Tuan rumah Brasil bersaing di Grup A bersama Bolivia, Peru, dan Venezuela. Dilihat dari kualitas komposisi pemain masing-masing tim, Brasil tentu menjadi tim yang paling diunggulkan lolos bahkan menjadi juara grup.

Namun, absennya sang megabintang Neymar berpotensi memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan Tim Samba.

Peru dan Venezuela menjadi dua tim yang memiliki kekuatan berimbang. Pada Copa America 2016, kedua tim sama-sama mampu lolos dari babak penyisihan grup. Bahkan, Peru mampu menjadi juara grup dan membuat Brasil tersingkir.

Bolivia dianggap sebagai tim paling lemah di grup ini. Namun, bukan berarti mereka tidak berpeluang membuat kejutan. Pada Copa America 2015 mereka berhasil tampil bagus dan mampu melangkah hingga perempat final.

Grup B

Lionel Messi dinilai Cesar Luis Menotti lebih bangga juara bersama Barcelona ketimbang dengan Timnas Argentina.
standard.co.uk

Dalam peta persaingan pernyisihan grup Copa America 2019 di Grup B, Argentina tampil sebagai tim unggulan utama. Ya, di atas kertas Lionel Messi dkk jelas lebih unggul dari Kolombia, Paraguay, dan Qatar.

Tim Tango adalah tim yang selalu mampu lolos dari babak penyisihan grup sejak 1983. Bahkan, empat dari lima edisi Copa America terakhir, Argentina empat kali berhasil mencapai final meski selalu gagal menjadi juara.

Sementara itu, Radamel Falcao cs dinilai sebagai tim unggulan kedua untuk bisa lolos ke perempat final tahun ini. Kali terakhir Kolombia tidak mampu lolos dari fase grup terjadi pada 2007, setelah itu mereka minimal bisa melangkah hingga perempat final.

Meski tak diunggulkan lolos, Paraguay menjadi tim yang berpotensi membuat kejutan. Finalis Copa America 2011 ini hanya sekali terhenti di babak grup dalam tiga edisi terakhir. Namun, satu kegagalan tersebut terjadi pada Copa America 2016.

Sebagai tim undangan dari Asia, Qatar mungkin cenderung diremehkan untuk bisa lolos dari fase grup. Namun jika tidak waspada, Hassan Al-Haydos dkk justru bisa menjadi tim kuda hitam.

Betapa tidak, skuat asuhan Felix Sanchez Bas merupakan generasi emas dalam sejarah sepak bola mereka. Ya, Qatar adalah tim yang berstatus juara Piala Asia 2019 setelah sukses mengalahkan Jepang di final Februari lalu.

Grup C

Gettyimages.com

Persaingan ketat sepertinya akan terjadi di Grup C. Grup ini berisikan Cile, Ekuador, Jepang, dan Uruguay.

Cile merupakan tim berstatus juara bertahan dalam dua edisi terakhir Copa America. Yakni saat tampil sebagai tuan rumah pada 2015 dan juara pada 2016.

Namun, status tersebut seakan tidak memberikan kesan Arturo Vidal cs lebih diunggulkan dari dua tim lain, yakni Jepang dan Uruguay. Kedua tim tersebut merupakan langganan tampil di putaran final Piala Dunia. Sementara itu, Cile sempat kesulitan dan akhirnya gagal ikut serta pada Piala Dunia 2018 di Rusia.

Meski baru kali pertama ikut serta di Copa America, kekuatan Jepang jelas tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka merupakan salah satu yang dianggap tim paling kuat dari Asia.

Bahkan, di Piala Dunia 2018, mereka menjadi satu-satunya wakil Asia yang sanggup menembus ke babak 16 besar. Bahkan, hanya Belgia yang sanggup menghadang laju Jepang dan akhirnya bisa tembus ke semifinal.

Adanya Luis Suarez dan Edinson Cavani seolah menjadi jaminan besar Uruguay bisa melangkah jauh di Copa America 2019. Mereka merupakan salah satu tim yang tampil gemilang di turnamen besar terakhir, yakni Piala Dunia 2018.

Betapa tidak, hanya sang juara Prancis yang sanggup menggagalkan Uruguay dapat melangkah jauh di Rusia. Meski tampil kurang menjanjikan pada dua edisi Copa America terakhir, juara edisi 2011 tersebut bukan tidak mungkin memiliki menjadi juara grup tahun ini.

Ekuador merupakan tim terlemah di grup ini. Kendati demikian, bukan berarti mereka tak memiliki peluang membuat kejutan. Pada 2016, untuk pertama kalinya sejak 1997, Ekuador berhasil melaju ke perempat final dan membuat tim sekelas Brasil tersingkir di fase grup.

Comments
Loading...