Bertemu Erdogan, Oezil dan Guendogan Terancam Tak ke Rusia

8,127

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Timnas Jerman mungkin tak diperkuat Mesut Oezil dan Ilkay Guendogan di Piala Dunia 2018 nanti. Gara-garanya, kedua gelandang tersebut bertemu dan berfoto dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (14/5/2018).

Mengingat pertemuan itu terjadi di tengah upaya Erdogan untuk kembali terpilih pada pemilihan umum yang akan datang, Oezil dan Guendogan dituding telah menjadi “monyet sirkus”. Banyak pihak di Jerman yang mengecam hal itu. Pasalnya, mereka menilai Erdogan sebagai diktator.

Kecaman juga dikeluarkan pihak Deutscher Fussball Bund (DFB). Presiden Reinhard Grindel langsung mengeluarkan pernyataan via akun Twitter-nya.

“DFB tentu saja menghormati situasi istimewa pemain-pemain kami yang berlatar belakang sebagai imigran. Namun, sepak bola dan DFB menjunjung tinggi nilai-nilai yang tak cukup dihormati oleh Tuan Erdogan,” ungkap Grindel seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitter-nya.

Mesut Oezil berfoto dengan Presiden Turki.
Twitter @Akparti

Lebih lanjut, penerus Wolfgang Niersbach tersebut mengatakan, “Sungguh bukan hal yang bagus bagi pemain internasional kami untuk membiarkan diri dieksploitasi untuk pertunjukan kampanye pmilihannya. Ini jelas tidak membantu upaya-upaya integrasi yang dilakukan DFB.”

Manajer timnas Jerman, Oliver Bierhoff, juga mengeluarkan reaksi keras. Dia menegaskan, pihaknya akan memanggil kedua pemain berdarah Turki tersebut untuk memberikan klarifikasi.

“Saya masih tak menyangsikan komitmen Mesut dan Ilkay untuk bermain bagi timnas Jerman dan bagaimana mereka telah menjunjung nilai-nilai kami,” urai mantan striker ulung itu. “Mereka tak sadar arti simbolis dari foto-foto itu. Namun, kami tidak bisa mendukung itu dan akan mendiskusikannya dengan mereka.”

Ilkay Guendogan bersama Presiden Turki.
Twitter @Akparti

Terkait kontroversi yang muncul, Guendogan memberikan penjelasan. Dia mengatakan, dirinya bersama Oezil, Cenk Tosun, dan beberapa atlet lain menghadiri sebuah acara di London yang digelar sebuah yayasan. Acara itu untuk mendukung para pelajar Turki di luar negeri. Di situlah mereka bertemu Erdogan.

“Kami bertemu Presiden Turki di sela-sela acara. Mengingat hubungan yang sulit di antara kedua negara, Kami tak mengunggah apa pun di media sosial. Namun, apakah kami harus berlaku tak sopan kepada presiden negara leluhur kami dan keluarga kami?” beber gelandang Manchester City itu.

Mantan penggawa Borussia Dortmund itu pun menegaskan, mereka tak ingin menyatakan dukungan politik melalui foto-foto yang lantas beredar luas itu. “Sebagai pemain timnas Jerman, kami memegang teguh nilai-nilai yang dijunjung DFB dan sepenuhnya sadar akan tanggung jawab kami. Sepak bola, bukannya politik, adalah hidup kami,” tambah dia.