Piala Dunia U-20 Dibatalkan karena Liga di Indonesia Saja Tak Jalan

Football5Star.com, Indonesia – Dibatalkannya Piala Dunia U-20 2021 bisa jadi karena FIFA bingung karena Liga di Indonesia saja sampai saat ini tak juga jalan. Itu menjadi penanda kalau pandemi Covid-19 di Indonesia masih susah dikendalikan.

Hal itulah yang disuarakan General Manager Arema FC, Ruddy Widodo. Rudi menyebutkan kalau memang FIFA tampaknya belum percaya betul dengan situasi pandemi di Indonesia. Buktinya, Liga 1 yang sudah ditunda sejak Maret tahun lalu hingga kini belum juga berjalan.

Jelas, hal itu sebagai penanda kalau memang ada banyak pertimbangan yang dilakukan FIFA sebelum memutuskannya. Karena turnamen itu merupakan hajatan besar yang akan dihiasi banyak pemain dunia.

Piala Dunia Dibatalkan karena Liga di Indonesia Saja Tak Jalan Klub Liga 1 Kini Disuruh Menunggu Ketidakpastian Arema FC Ogah Lepas Dedik Setiawan ke Malaysia: Yang Bagus Cuma JDT Ada Usulan Liga 1 Lanjut Terus Saat Piala Dunia U-20 2021 Dihelat Arema FC Ungkap Persija Jua Datangkan Pemain Serie-A Klub Yakin Pilkada Selesai, Baru Liga 1 2020 Bisa Jalan Soal Gaji Pemain Usai Liga 1 Tertunda, Ini Kata Arema FC Arema FC Batal Rekrut Kurnia Meiga dari Brasil Pelatih Baru Arema FC Tak Masalah Digaji Kecil Mario Gomez Ada Kompetisi Pengganti-pun, Klub Liga 1 Tetap Pusing Soal Gaji Liga 1 Dilanjutkan Oktober, Klub Berharap Ada Turnamen PemanasanBelum Jawab Penyesuaian Gaji, Matias Malvino Terancam Didepak Arema FC Klub Liga 1 yang Bermarkas di Yogyakarta Dapat Keistimewaan dari LIB
Malang Times

“Begitu FIFA menunda Piala Dunia U-20 kemarin, ada yang bilang begini, kenapa kompetisi dilanjutkan? toh Piala Dunia diundur 2023,” kata Ruddy Widodo dikutip dari Surya Malang.

“Kalau menurut pandangan saya, itu saya balik. Bisa jadi mungkin karena tidak ada kompetisi di Indonesia akhirnya FIFA melihat Indonesia belum mampu menggelar lanjutan kompetisi akhirnya Piala Dunia U-20 diundur,” sambung dia.

Andai saja Liga 1 bisa jalan seperti yang direncanakan, kata dia, FIFA mungkin mempertimbangkannya. Karena itu juga jadi sebuah percobaan kesiapan protokoler kesehatan di sepak bola Indonesia.

“Jadi pandangan saya, kalau kompetisi di Indonesia sudah kembali berjalan, tentu FIFA melihat akan berbeda. Apalagi sudah disepakati sejak awal, kompetisi menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan tanpa penonton,” tutup dia.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More