Pilot Perang Dunia II yang Juga Penggawa Timnas Inggris Tutup Usia

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner-live-dan-podcast-baru.gif

Football5star.com, Indonesia – Kabar duka datang dari sepak bola Inggris. Mantan penggawa timnas Inggris di Piala Dunia 1954 yang juga seorang pilot Perang Dunia II, Ivor Broadis tutup usia, Sabtu (13/4/2019).

Kabar wafatnya Broadis didapat football5star.com dari laporan mirror. Pesepak bola yang berposisi sebagai penyerang ini wafat pada usia 96 tahun.

Karier pria yang lahir pada 18 Desember 1922 ini tergolong cukup unik. Saat Perang Dunia II meletus, pria bernama lengkap Ivan Arthur Broadis ini menjadi pilot pesawat tempur angkatan udara Inggris, Royal Air Force (RAF).

mirror.co.uk

Ia tercatat menjalani misi terbang sebanyak 500 jam selama Perang DUnia II, namun Boardis tak sekalipun mendapat misi pemboman.

Setahun setelah Perang DUnia II, Broadis tak melanjutkan karier militernya. Ia alih profesi sebagai pesepak bola dan bermain untuk klub Carlisle United.

Berposisi sebagai striker, Broadis torehkan 52 gol dari 91 penampilan. Catatan impresif ini membuat Sunderland meminangnya.

Dua musim bersama The Black Cat, Broadis menjadi bomber cukup subur. Tercatat 25 gol ia torehkan dari 79 penampilan.

Klub Manchester City pun kepincut dengan kariernya dan merekrutnya dengan nilai transfer 25 ribu poundsterling. Menariknya saat membela City, Broadis juga berprofesi sebagai jurnalis di Manchseter Evening News.

Hampir tiap minggu, Broadis mengisi kolom sepak bola di surat kabar tersebut. Pada perhelatan Piala Dunia 1954 di Swiss, Broadis masuk dalam skuat Tiga Singa.

Dua gol ia torehkan untuk timnas Inggris di Piala Dunia 1954. Aksinya bersama Tom Finney serta Dennis Wilshaw (legenda Wolves) membuat Inggris mencapai babak perempatfinal. Sayang mereka dikalahkan oleh Uruguay dengan skor 4-2.

Memutuskan gantung sepatu pada 1969, Broadis memutuskan tak melanjutkan kariernya di lapangan hijau. Ia lebih memilih bekerja sebagai jurnalis sepak bola hingga akhir hayatnya.

Comments
Loading...