Platini Bakal Mundur dari Jabatan Presiden UEFA

Tak lama setelah upaya bandingnya ditolak Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), Michel Platini memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden UEFA.

Seperti diberitakan sebelumnya, banding CAS yang diajukan Platini ditolak. Meski demikian, Platini tetap mendapat pengurangan masa hukuman dari enam jadi empat tahun. Lalu jumlah denda yang harus dibayar pun berkurang, dari 80 ribu franc Swiss (sekitar Rp 1,1 miliar) menjadi 60 ribu franc Swiss (sekitar Rp 823 juta).

Keputusan CAS tersebut otomatis membuat Platini tidak bisa beraktivitas apapun dalam sepakbola, seperti Piala Eropa 2016, yang akan digelar di Prancis pada Juni-Juli mendatang.

Keputusan berat ini pun direspons Platini dengan memutuskan mundur dari jabatan sebagai Presiden UEFA. Sejak Platini dihukum FIFA pada Oktober 2015 lalu, UEFA belum punya presiden baru.

Dalam waktu dekat ini, Platini disebut sang pengacara Yves Wehrli akan segera mengumumkan pengunduran dirinya. Pria 60 tahun juga akan berusaha semaksimal mungkin membersihkan namanya.

“Saya menganggap keputusan ini sebagai ketidakadilan yang mendalam … Seperti yang telah disepakati bersama asosiasi-asosiasi nasional, saya akan mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Presiden UEFA demi berjuang di pengadilan Swiss untuk membuktikan integritas saya dalam kasus ini,” ujar Platini dalam pernyataannya yang dikutip Reuters.

Platini, bersama mantan Presiden FIFA Sepp Blatter, terseret skandal korupsi yang menggegerkan dunia sepakbola pada tahun lalu. Dia kedapatan mendapatkan uang sejumlah 2 juta franc Swiss dari Blatter pada 2011 lalu.