Polda Jabar Tak Izinkan Laga Persib vs Arema FC Karena Situasi Politik

Football5Star.com, Indonesia – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) tak mengizinkan laga panas antara Persib Bandung kontra Arema FC digelar di Stadion Si Jalak Harupat pada Sabtu (28/9/2019) mendatang. Kepastian tersebut diambil lantaran situasi politik yang sedang memanas.

Seperti yang diketahui, situasi politik di Indonesia termasuk Kota Bandung tengah memanas. Situasi tersebut pun menimbulkan massa turun ke jalan untuk melakukan aksi demo. Hal itulah yang kini menjadi fokus utama kepolisian dibandingkan untuk mengamankan laga pertandingan sepak bola.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar pun menjelaskan kronologis ketika ia mengurus perizinan pertandingan antara Maung Bandung melawan Singo Edan. Pria 71 tahun itu mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolres Bandung sebelum akhirnya dilimpahkan ke Kapolda Jawa Barat.

Polda Jabar Tak Izinkan Laga Persib vs Arema FC Karena Situasi Politik
Persib.co.id

“Hari ini memang kita prihatin, sudah mengajukan sejak lama untuk izin, kemarin masih ada harapan, sampai kemarin sampai sore saya bertemu dengan Kapolres Bandung. Dia juga sudah mengharapkan Persib bisa main disini. Akhirnya saya disarankan untuk bertemu dengan Kapolda” ungkap Umuh, Kamis (26/9/2019).

Setelah ia bertolak ke Polda Jawa Barat, Umuh mengaku tak bisa menemui langsung Kapolda Jabar, Irjen Rudy Sufahriadi. Namun, ia sempat diberi tahu asisten Kapolda Jabar bahwa laga antara Persib melawan Arema FC tak bisa digelar setelah pihak Polda Jabar berkoordinasi tentang hal tersebut.

“Saya sempat ke Polda, tapi sampe jam 11.00 WIB Pak Kapolda belum kembali ke kantor, dia lagi di DPRD Jabar, akhirnya dari asistennya, bilang sudah dirundingkan, ternyata tidak bisa, karena ini orang puluhan ribu. Tapi kan saya juga sudah siap sampai tidak ada penonton, akhirnya tidak ada kesiapan karena situasi seperti ini,” jelas Umuh.

“Saya juga menghormati kapolda, dia juga sayang sama Persib. Tidak perlu saling menyalahkan karena memang situasi seperti ini, mulai dari Jakarta, sampai Bandung tidak kondusif karena masalah nasional,” pungkasnya.