Pragmatisme yang Membuat Juventus Meninggalkan Allegri?

Football5star.com, IndonesiaJuventus meninggalkan Allegri di akhir musim ini. Kabar ini tentu mengejutkan bagi sebagian pihak, namun tidak bagi yang menilai ini dari sisi pragmatisme sepak bola.

Pragmatisme jika dilihat dari arti di KBBI ialah paham yang menyatakan segala sesuatu tidak tetap, melainkan tumbuh dan berubah terus. Juventus tentu tak ingin prestasi mereka semata hanya mendominasi Serie A Italia.

Spekulasi pun berkembang. Sejumlah pihak menganggap kegagalan di Liga Champions yang membuat manajemen Juventus memutuskan untuk tak lagi memperpanjang kontrak Allegri.

Allegri pun beberapa waktu lalu sudah sadar bahwa ada sesuatu yang aneh dan tidak memuaskan di musim ini. Ia memang mampu memenangkan gelar Scudetti atau gelar juara Serie A Italia, akan tetapi publik melihat permainan Juventus standar.

Max Allegri - Juventus - juventus. com

Juventus musim ini tak seperti penampilan yang penuh ketegangan seperti yang ditunjukkan AFC Ajax, Tottenham Hotpsur di Liga Champions. Skuat Juventus pun tak memiliki mental skuat besutan Jurgen Klopp.

Prestasi Stagnan

Juventus musim ini hanya bergantung kepada kecemerlangan pemain terbaik dunia, Cristiano Ronaldo. Namun, di beberapa pertandingan pun faktor keberuntungan yang memnbuat Si Nyonya Tua raih hasil maksimal.

Gelar Scudetti musim ini tentu bukan hal sempurna untuk skuat yang memiliki pemain berbandrol Rp 1,68 triliun atau setara dengan 100 juta euro. Sebelum kedatangan Ronaldo pun, I Bianconeri juga masih mampu mendominasi Serie A.

Meski secara gamblang, Juventus belum menjelaskan secara rinci mengapa Massimiliano Allegri tak lagi melatih musim depan, publik melihat fakta bahwa kegagalan di Liga Champions jadi penyebabnya.

Lima tahun di Juventus, Allegri faktanya tak mampu membangun klub Turin ini bisa mendominasi kompetisi Eropa. “Butuh lima tahun untuk membangun Juve. Hidup terus berputar,” kata Allegri seperti dikutip dari Gazzetta dello Sport, Sabtu (18/5/2019).

Saat datang lima tahun lalu, Allegri sudah memiliki banyak pemai berkualitas. Di lini tengah Juventus lima tahun lalu misalnya, ia memiliki pemain seperti Andrea Pirlo, Arturo Vidal, hingga Paul Pogba.

Apa yang diraih Juventus? Stagnan dan masih sama, tetap mendominasi Serie A tapi tak berkutik di kompetisi Eropa. Musim ini, Juventus total membelanjakan 250 juta euro, prestasi yang diraih tak jauh berbeda saat Allegri pertama kali datang ke Juventus.

Tidak heran jika Juventus meninggalkan Allegri di akhir musim ini. Meski pria dua orang anak itu mengatakan momen ini bisa membuatnya menikmati banyak waktu untuk beristirahat.

“Aku akan pergi sekarang, aku akan memiliki waktu banyak untuk berisitirahat,” kata Allegri.

Comments
Loading...