Presiden Bayern Munich: Carlo Ancelotti Ingin Balas Dendam Kepada Real Madrid

Presiden Bayern Munich, Uli Hoeness berpendapat bahwa pelatih Carlo Ancelotti sangat termotivasi dengan pemecatannya di Real Madrid pada 2015 lalu ketika kedua klub bertemu di perempat final Liga Champion musim ini.

Ancelotti adalah pelatih Madrid 2013-2015 – memenangkan Liga Champions dan Copa del Rey piala selama musim pertama – tapi kemudian didepak secara tidak hormat oleh Presiden Los Blancos, Florentino Perez karena di tahun kedua tidak berhasil membawa medali perak.

Dia harus berhadapan dengan mantan klubnya di delapan besar Liga Champions bulan depan, bersama mantan asisten Zinedine Zidane yang kini ada di tim, yang juga memenangkan trofi Liga Champions musim lalu.

Di AS, Hoeness mengatakan: “[Ancelotti] teramat mengenal Madrid dan para pemainnya. Ditambah, ia ingin menyadarkan mereka bahwa perpisahannya bukanlah hal yang terbaik. Ini adalah hal yang wajar dalam olah raga. Carlo sangat tenang, dia menenangkan kami dan mengatakan bahwa kita akan melakukannya.”

Hoeness mengakui bahwa bagi Bayern tidaklah ideal memenangkan persaingan di 2014 dan 2016, mereka harus menghadapi sisi atas dari kompetisi ini.

“Saya tidak menginkan hal ini, Madrid adalah salah satu tim terbaik yang tersisa di kompetisi,” katanya. “Tapi seperti yang selalu saya katakan — Untuk mencapai final Anda harus mengalahkan siapa pun yang akan menjadi lawan. Kami memiliki formasi yang baik saat ini, dan sekarang kami harus membuktikannya melalui hasil.”

Tiga belas poin sudah dikantongi Bayern di Bundesliga, dan masih harus menghadapi rivalnya, Borussia Dortmund di semifinal DFB Pokal — mengingat Dortmund merupakan tim terakhir yang mengalahkan mereka di kompetisi pertengahan November lalu.

Hoeness menyampaikan bahwa ujian yang sesungguhnya adalah tentang bagaimana Ancelotti mengelola timnya di bulan mendatang.

“Meski sang induk memiliki pemain yang tersedia, tapi itu juga bisa membawa masalah,” katanya. “Pasti ada kekhawatiran dalam tim. Itu normal. Kami tidak ingin ada pemain yang senang menjadi pengganti atau malah tidak bermain sama sekali. Adalah keputusan Carlo untuk mengelola situasi.

“Kuncinya adalah menjaga formasi dan suasana positif di dalam tim. Kedepannya, kami masih harus bertanding melawan Madrid dan Dortmund. Inilah yang akan menjadi tes yang sesungguhnya bagi tim.”

Comments
Loading...