Presiden Deportivo Akan ke London untuk Selesaikan Negosiasi Perez

Football5star.com, Indonesia – Presiden Deportivo La Coruna, Tino Fernandez, berencana pergi ke London. Laporan di Spanyol menyebutkan bahwa sang presiden ingin melanjutkan negosiasi dengan Arsenal untuk memboyong Lucas Perez.

La Voz de Galicia mengatakan bahwa kubu Deportivo optimistis bisa mewujudkan ambisi memboyong kembali striker berusia 28 tahun tersebut. Musim panas tahun lalu Deportivo menjual pemain asal Spanyol ini ke Emirates Stadium dengan harga 20 juta euro (sekitar Rp 313,843 miliar).

Selama bursa transfer ini, Perez memiliki keinginan kuat kembali ke Riazor meskipun Fenerbahce dan klub promosi Premier League, Newcastle United, tertarik kepadanya. Di satu sisi, Deportivo siap menaikkan tawaran dari 12 juta euro (sekitar Rp 188,190 miliar) yang sudah mereka ajukan.

Untuk merealisasikan transfer, Fernandez akan ke London untuk bertemu langsung dengan kubu Arsenal. Dikatakan bahwa Fernandez bakal mengajukan tawaran biaya tersebut dibayar sekaligus plus tambahan yang akan dilampirkan meskipun klubnya sedang menghadapi masalah ekonomi.

Selama bersama Arsenal, Perez cuma mencetak tujuh gol dan membuat lima assist dalam 21 pertandingan kompetitif. Bahkan, dia hanya melesakkan satu gol dalam 11 kesempatan bermain di Premier League, sehingga manajer Arsene Wenger tidak menjadikannya pilihan utama.

Apalagi, pada bursa transfer musim panas ini Wenger memboyong pemain internasional Prancis, Alexandre Lacazette, dari Lyon. Debut sang striker menjanjikan karena mencetak gol, sehingga peluang Perez bermain semakin kecil.

Dengan demikian, kembali ke Deportivo bisa menjadi pilihan terbaik untuk kariernya. Apalagi dia pernah menjadi bintang di Riazor dengan kontribusi 24 gol dan 14 assist selama terlibat di dalam 59 laga resmi bersama Deportivo.

Di luar keinginan memboyong kembali Perez, Deportivo juga sudah mendatangkan seorang penyerang pada jendela transfer ini. Klub Galicia tersebut memboyong pemain FC Porto, Adrian Lopez, dengan status pinjaman selama semusim.

Comments
Loading...