Presiden DFB Mundur Karena Dugaan Gratifikasi

Football5star.com, Indonesia – Reinhard Grindel mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden DFB. Langkah tersebut diambil usai dirinya menerima banyak tekanan dari banyak pihak, menyusul dugaan gratifikasi.

Grindel menerima jam tangan mahal seharga 6000 euro dari Wakil Presiden UEFA, Grigoriy Surkis. Awalnya, ia mengelak tidak menyadari akan adanya ancaman tuduhan gratifikasi menyusul penerimaan jam tangan tersebut.

“Pada saat menerimnya dari Grigoriy, aku tidak tahu harganya semahal itu. Aku minta maaf karena tidak menjelaskan hal ini sebelumnya usai menerima jam tangan. Aku bisa pastikan tidak ada konflik kepentingan,” katanya seperti dikutip dari BBC.

Reinhard Grindel - DFB - Football5star - Surkis
@dynamokyiven

“Grigory sama sekali tidak punya kepentingan keuangan terhadap DFB seperti yang dituduhkan. Dia tidak pernah meminta bantuanku baik saat sebelum memberiku jam, atau setelahnya.” lanjut pria yang pernah berkarier sebagai wartawan tersebut.

Grigory Surkis pada saat bersamaan juga memiliki jabatan di Komite Eksekutif UEFA. Hal ini yang menjadi pangkal masalah dugaan gratifikasi. Setelah ini, ia juga memastikan Surkis berhenti dari tugasnya, bersamaan dengan pengunduran dirinya sebagai Presiden DFB.

“Bersamaan dengan ini aku sampaikan bahwa dia tidak akan bertugas lagi sebagai anggota exco UEFA,” katanya melanjutkan. Mundurnya Grindel mengakhiri masa tiga tahun penuh kontroversial pria 57 tahun tersebut.

Tiga tahun belakangan, ia kerap mengeluarkan kebijakan tidak popular selama menjabat sebagai Presiden DFB. Mulai dari pelarangan pyro di dalam stadion, hingga menggelar pertandingan pada Senin malam.

Comments
Loading...