Panaskan Kasus Neymar, Presiden FFF Sebut Tak Ada Rasialisme di Sepak Bola

Football5Star.com, Indonesia – Sepak bola Prancis saat ini tengah diguncang kasus rasialisme yang dituduhkan Neymar kepada Alvaro Gonzalez. Di tengah kegaduhan dari kedua kubu, Presiden Federatioan Francaise de Football (FFF), Noel Le Graet, membuat pernyataan kontroversial.

Mengomentari insiden kericuhan pada pengujung laga Le Classique antara Paris Saint-Germain dan Olympique Marseille, Noel Le Graet menyinggung isu rasialisme yang diklaim Neymar. Secara terang-terangan, dia menyebut hal itu sebagai sesuatu yang mengada-ada saja.

“Fenomena rasialisme di olahraga, terutama di sepak bola, tidak ada sama sekali atau sangat jarang sekali,” kata Noel Le Graet seperti dikutip Football5Star.com dari wawancara dengan RMC Sports.

Le Graet lebih lanjut mengungkapkan, rasialisme bukan masalah di sepak bola Prancis. “Saat ini, masalah rasialisme kurang dari 1 persen. Ketika seorang pemain berkulit hitam mencetak gol, seluruh stadion berdiri (merayakannya),” ucap dia.

Saat ditanya soal kemungkinan pengaduan Neymar benar adanya, Le Graet menghindar. “Saya tak tahu. Saya tak mendengarnya,” kata dia.

Terlepas dari hal itu, Le Graet menyesalkan insiden yang terjadi pada Le Classique. Dia menilai perilaku para pemain PSG dan Marseille pada pengujung laga sangat buruk dan jadi contoh buruk.

“Itu pertandingan yang dinanti-nantikan seluruh Prancis dan kemudian berlangsung buruk. Perilaku para pemain tidak patut dicontoh. Itu sungguh memalukan. Mereka tak dapat menahan emosi atau menunjukkan hal yang kita harapkan,” ujar Noel Le Graet.

Le Graet Buat Neymar Tersudut

Sementara itu, kasus pelecehan rasial yang dituduhkan Neymar kepada Alvaro Gonzalez dan dikomentari oleh Le Graet terus bergulir. Terbaru, Andre Villas-Boas, pelatih Marseille, memperingatkan bintang Brasil itu untuk tak bersandiwara. Dia lantas mengingatkan, konsekuensinya akan besar bila tuduhan itu ternyata palsu.

“Kami berada di belakang pemain kami. Alvaro bukan seorang rasialis. Saya tak ragu soal itu. Kami akan bantu mencari kebenaran. Neymar sudah pernah mengalami tuduhan palsu. Dia tahu persis dampak yang dapat ditimbulkan,” ujar Andre Villas-Boas.

Neymar mengklaim telah mendapatkan pelecehan rasial dari Alvaro Gonzalez saat PSG melawan Marseille.
Getty Images

Pembelaan bagi Alvaro Gonzalez juga datang dari keluarganya. Paman Gonzalez, Manuel Soberon, mengatakan justru Neymar yang terus melakukan provokasi sepanjang pertandingan. Dia pun menyanggah sang keponakan mengata-ngatai Neymar dengan sebutan mono ‘monyet’.

“Kata yang dilontarkan kepada Neymar adalah bobo ‘bodoh’. Neymar tak henti menghina dia sepanjang laga. Dia mengatakan Alvaro hanya mendapatkan 4 euro, sementara dia mendapatkan jutaan euro per tahun,” ujar Soberon kepada Cuatro.

Ditambah pernyataan Noel Le Graet, sepertinya Neymar tak dalam posisi yang baik meskipun beberapa pihak juga memberikan dukungan. Sebut saja Jesse Lingard dan Kevin-Prince Boateng melalui unggahan di akun Instagram masing-masing.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More