Presiden Lyon Desak Keputusan Penghentian Ligue 1 Dibatalkan

Football5star.com, Indonesia – Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas mendesak otoritas hukum Prancis untuk bisa membatalkan keputusan penghentian Ligue 1 musim ini. Aulas menganggap keputusan untuk menghentikan Ligue 1 ialah keputusan absurd.

“Tidak masuk akal untuk membatalkan liga pada 30 April sementara liga lain tidak melakukannya. Jerman sudah bermain lagi, Spanyol minggu depan. Liga harus terus dilanjutkan,” kata Aulas seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Jumat (5/6/2020).

“Kami bisa berlatih selama tiga atau empat minggu dan kemudian menyelesaikan musim ini pada akhir Agustus. Lyon tetap akan melanjutkan latihan pada 8 Juni dengan protokol kesehatan yang berlaku,” tambahnya.

Houssem Aouar - Jean-Michel Aulas - Olympique Lyon - @houssem_aouar

Tidak hanya Lyon yang protes soal penghentian Ligue 1 musim ini akibat pandemi corona. Dua klub lain, Amiens dan Toulouse yang terkena dampak akibat keputusan itu yakni degradasi juga melakukan tindakan protes ke meja hijau.

Pengadilan Prancis yang menerima protes dari peserta Ligue 1 ini sendiri berjanji akan memberikan keputusannya pada minggu depan.

Otoritas Liga Prancis, LFP menutup Ligue 1 musim ini, dua hari setelah Perdana Menteri Edouard Phillipe memerintahkan semua kompetisi olahraga di Prancis dibatalkan karena pandemi corona. Secara khusus, Phillipe memang menyebut Ligue 1 dalam pidatonya tersebut.

Keputusan dari LFP pun menetapkan Paris Saint Germain (PSG) sebagai juara Ligue 1 musim ini. Bagi Lyon, keputusan ini membuat asa mereka bermain di kompetisi Eropa di musim depan pupus.

Di klasemen akhir Ligue 1, Lyon hanya menempati posisi ketujuh dengan poin 40, selisih satu poin dengan dua tim di atasnya, Reims dan Nice.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More