Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, Terancam Masuk Bui

Football5star.com, Indonesia – Presiden Paris Saint Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi hari ini, Senin (14/9/2020) waktu Swiss akan dihadapkan ke muka persidangan di kasus hukum yang melibatkan mantan Sekjen FIFA, Jerome Valcke.

Dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Al Khelaifi dituding menghasut Valcke untuk melakukan pengabaian kasus pidana penyuapan. Dakwaan terhadap Al Khelaifi sudah disusun oleh jaksa federal Swiss sejak Februari lalu.

Nasser Al-Khelaifi Sejak 2011, Mimpi PSG adalah Juara Liga Champions

Pengacara Al Khelaifi sendiri membantah bahwa kliennya terlibat dalam kasus hukum yang dijalani oleh Valcke. Ia berharap nantinya fakta di persidangan bisa membebaskan Al Khelaifi dari ancaman masuk penjara.

“Sebagian besar kasus ini tidak terkait dengan klien kami dengan cara apapun,” ucap pengacara Al Khelaifi.

“Sejauh ini, kami berharap fakta persidangan nantinya akan membebaskan klien kami dari semua tuduhan. Tuduhan pelaporan ‘sekunder’ yang baru-baru ini diajukan palsu dan tidak memiliki dasar hukum bahwa klien kami memang tidak bersalah,” tambahnya.

Sebelumnya, Valcke diduga menerima dana sebesar 1,25 juta euro di rekening pribadinya. Namun ia tak bisa menjelaskan dari mana asal usul uang tersebut. Selain itu, Valcke juga dituduh melakukan pemalsuan dokumen terkait dugaan aliran uang tersebut.

Jerome Valcke sendiri sudah dihukum selama 10 tahun tidak diperbolehkan terlibat di aktivitas sepak bola oleh pengadilan Arbitrase internasional. Sementara Al Khelaifi beberapa waktu lalu terbebas dari tuduhan penyuapan setelah FIFA menarik laporan tersebut.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More