Presiden PSG Tersangkut Kasus Korupsi

Football5star.com, Indonesia – Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, Kamis (23/5/2019) didakwa melakukan korupsi dalam proses penawaran pembelian hak tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik 2017 di Doha, Qatar. Kini, Al-Khelaifi sedang dalam penahanan Kepolisian Prancis.

Nasser Al-Khelaifi, berusia 45 tahun, yang juga pemilik jaringan televisi olahraga, Bein Sports, dituduh telah membayar mantan presiden IAAF, Lamine Diack dengan bayaran 3,5 juta dolar atau senilai 51 miliar rupiah sebagai imbalan penggunaan hak-hak istimewa Kejuaraan Dunia Atletik.

Namun, akhirnya Kejuaran Dunia Atletik 2017 diberikan kepada London, Inggris, sebagai tuan rumah berkat 16-20 persen perolehan suara mayoritas.

thenational.ie

Akan tetapi, Pengacara Al-Khelaifi, Francis Szpiner, menolak tuduhan yang ditujukan kepada kliennya. “Tuduhan tersebut tidak benar dan tidak berdasar,” terang Francis Szpiner.

Selain Al-Khelaifi, Eksekutif BeIn lainnya, Yousef Al-Obaidly, juga sedang diselidiki oleh pengadilan atas pemberian hak tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik untuk tahun 2019.

Doha yang kalah suara dari London untuk menggelar Kejuaran Dunia 2017, akhirnya berhasil memenangkan hak tuan rumah untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Atletik 2019 yang akan berlangsung pada 26 September hingga 6 Oktober mendatang.

Nasser Al-Khelaifi dikenal luas setelah mengambil alih kepemilikan klub Prancis, Paris Saint-Germain sejak Oktober 2011 lalu.

Sejak saat itu, Nasser Al-Khelaifi berhasil mengubah PSG sebagai salah satu klub dunia berkat kekuatan finansialnya dengan mendatangkan pemain bintang dunia seperti Neymar, Klylian Mbappe, Zlatan Ibrahimovic, dan mega bintang David Beckham.

Comments
Loading...