Presiden UEFA Pastikan Format Liga Champions Kembali ke Asal

Football5Star.com, Indonesia – Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, memastikan format Liga Champions akan kembali ke asal pada musim depan. Hal itu diungkapkan Ceferin saat menanggapi antusiasme beberapa pihak, salah satunya Dietmar Hamann, terhadap format 8-besar yang diberlakukan saat ini.

Gara-gara pandemi Virus Corona, babak 8-besar Liga Champions, juga Liga Europa, dilakukan secara terpusat dan maraton. Putaran 8-besar hingga final Liga Champions dihelat di Portugal, sedangkan putaran 8-besar hingga final Liga Europa digelar di Jerman.

Format tersebut jadi warna baru dan menumbuhkan asa untuk melihat juara baru. Namun, Aleksander Ceferin menegaskan, format tersebut hanya diberlakukan untuk masa darurat. Presiden UEFA itu pun menilai format saat ini sukar diakomodasi pada masa kompetisi normal.

Format Liga Champions musim ini membuahkan kejutan RB Leipzig yang menyingkirkan Atletico Madrid.
desporto.sapo.pt

“Turnamen ini mungkin menarik. Namun, saya pikir kami tak akan dapat melakukannya pada masa mendatang. Tak ada ruang di kalender untuk melakukan hal tersebut,” ucap Ceferin seperti dikutip Football5Star.com dari Sportbuzzer.

Secara spesifik, Presiden UEFA itu menyebutkan, sulit bagi pihaknya mencari waktu 1-2 pekan kosong pada Mei. Itu sebabnya, dia menilai format turnamen 8-besar saat ini jadi mustahil diberlakukan pada tahun-tahun mendatang.

Ceferin Yakin Kondisi Segera Normal Lagi

Ceferin juga optimistis kondisi akan segera normal. Untuk musim depan, pria asal Slovenia yang menjabat Presiden UEFA sejak 2016 itu yakin Liga Champions akan bergulir secara normal dan final akan digelar di Istanbul sesuai rencana.

“Saya optimistis. Saya kira segalanya akan lebih baik memasuki tahun depan dan kita akan kembali mendapati sepak bola yang normal, sepak bola dengan penonton. Jadi, kami tak punya rencana B,” kata Ceferin.

Dietmar Hamann memandang positif gelaran 8-besar Liga Champions dengan format saat ini.
sportbild.de

Presiden UEFA itu menambahkan, “Patut diketahui, kami tak punya rencana lain hingga Maret lalu. Lalu, kami memiliki rencana B, rencana, C, rencana D agar dapat beradaptasi dengan situasi. namun, saya yakin dunia tak dapat selamanya berhenti karena virus ini.”

Pernyataan Aleksander Ceferin tersebut jadi pukulan bagi pihak-pihak yang menilai positif format Liga Champions saat ini. Dietmar Hamann, eks gelandang timnas Jerman, nyata-nyata mendukung format ini dilanjutkan pada musim-musim ke depan.

“Anda dapat menjuarai Liga Champions dalam 3 kali 90 menit. Ini tentu saja meningkatkan peluang untuk mengalahkan lawan-lawan kuat. Hal itu lebih sulit dilakukan dalam format pertandingan dua leg,” urai Hamann.

Harapan Hamann secara otomatis buyar oleh pernyataan Aleksander Ceferin. Namun, bila kondisi tak segera pulih, format saat ini mungkin akan kembali digunakan pada musim depan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More