Presiden UEFA: Wasit Harus Hentikan Pertandingan Jika Ada Pelecehan Rasial

Football5star.com, Indonesia – Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, meminta wasit bersifat tegas terhadap pelecehan rasial di atas lapangan. Menurutnya, kadar pelecehan sudah melewati batas kewajaran dan meminta sang pengadil tidak ragu untuk menghentikan pertandingan.

Tingkat pelecehan rasial kembali naik ke permukaan setelah sejumlah pemain timnas Inggris mengaku menjadi korban saat kunjungi Montenegro. Terkini, penyerang Juventus, Moise Kean, jadi korban saat merayakan gol ke gawang Cagliari.

“Ketika pertandingan dihentikan secara tiba-tiba, sepertinya 90 persen penonton yang ada di stadion akan menendang bajingan itu keluar. Ini 2019, bukan 100 tahun lalu jadi menurutku wasit harus punya keberanian untuk menghentikan pertandingan,” kata Ceferin seperti dikutip BBC.

Moise Kean bangga bisa membungkam ultras rasialis Cagliari dengan selebrasi golnya untuk Juventus.
calcio.fanpage.it

“UEFA akan menjalin komunikasi dengan para wasit terkait hal ini. Mereka harus punya kepercayaan diri untuk bertindak.  Kita semua harus sadar bahwa ini adalah masalah besar dan tidak boleh disepelekan. Tidak hanya di kawasan Balkan, tapi seluruh Eropa,” katanya melanjutkan.

Ide untuk menghentikan pertandingan sebenarnya sudah disuarakan oleh tiga manajer Premier League. Juergen Klopp (Livepool), Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur), dan Maurizio Sarri (Chelsea), pernah memastikan tidak ragu menarik pemainnya keluar jika ada pelecehan serupa terjadi.

“UEFA butuh waktu untuk menyelesaikan masalah ini. Italia sudah lama bermasalah dengan kasus intoleransi dan rasialisme. Begitu pula di Inggris yang masih kerap muncul masalah serupa. Ini hanya dilakukan oleh sekelompok orang, bukan mayoritas sebagai bangsa,” tutup Ceferin.

Comments
Loading...