PSG Disingkirkan Manchester United, Neymar Kecam Wasit

Football5Star.com, Indonesia – Neymar geram bukan main melihat Paris Saint-Germain (PSG) kalah 1-3 dari Manchester United dan tersingkir pada babak 16-besar Liga Champions. Dia mengecam wasit yang dinilai sangat buruk saat menghukum handball Presnel Kimpembe di kotak penalti.

Neymar yang masih dalam proses pemulihan cedera tulang jari kaki menyaksikan laga yang berakhir dramatis itu di tribun Stadion Parc des Princes. Dia terlihat emosional saat Manchester United mendapatkan penalti karena Kimpembe dinilai handball oleh wasit Damir Skomina dengan bantuan video assistant referee (VAR).

“Ini memalukan. Mereka menempatkan empat orang yang tak tahu apa-apa soal sepak bola untuk melihat tayang ulang di VAR. Itu bukan penalti. Bagaimana bisa itu handball ketika bola mengenai punggungnya?! Sialan!” tulis Neymar di Instagram Story-nya disertai gambar insiden handball Kimpembe.

Mengenai luapan emosi Neymar, Thomas Tuchel dapat memakluminya. Pelatih PSG itu meminta pernyataan pemain timnas Brasil itu tak ditanggapi secara berlebihan. Menurut dia, luapan emosi sesaat seperti itu sangat wajar dan bisa dimengerti.

“Itu reaksi keras. Kadang kala, setelah pertarungan yang begitu berat, kita mengatakan sesuatu yang lantas kita sesali. Anda dapat melihat betapa emosionalnya dia dan betapa berartinya itu bagi dia,” terang Tuchel selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Le Parisien.

Pelatih asal Jerman itu pun meminta publik tak lantas menyerang Neymar. “Tolong, jangan terlalu keras kepada dia. (Kekalahan) Itu sangat sulit diterima,” ujar dia lagi. “kata-kata itu ditulis cepat di smartphone. Jangan terlalu keras kepada dia.”

Terkait hadiah penalti yang diberikan wasit kepada Manchester United karena handball Kimpembe, Tuchel sebetulnya seperti Neymar. Dia tak setuju itu dihukum dengan penalti. Menurut dia, seharusnya pemantauan VAR juga dilakukan terhadap arah bola bila tak mengenai Kimpembe. Jadi, dia menilai penalti adalah hukuman yang tak adil bagi PSG.

Comments
Loading...