PSG Main Amburadul, Sang Pemilik Sibuk Diperiksa Atas Dugaan Suap

Football5star.com, Indonesia – Sedih. Jadi kata yang cocok untuk gambarkan sepak terjang Paris Saint Germain (PSG) jelang akhir musim 2018/2019. Bagaimana tidak, pesta juara Ligue 1 mereka harus terus tertunda karena hasil buruk.

Setelah ditahan Strasbourg dengan skor 2-2, nasib sial seolah tak mau menjauh dari klub kaya milik Nasser Al-Khelaifi. Aklhir pekan lalu mereka dihancurkan Lille dengan skor telak 5-1.

Tak berhenti di situ, tengah pekan ini, Kamis (17/4/2019), PSG kembali alami kekalahan dari Nantes. Tim besutan Thomas Thucel itu dikalahkan Nantes dengan skor 2-3.

PSG memang masih berpeluang juara Ligue 1 musim ini, namun kekalahan demi kekalahan yang mereka terima jelang penutupan musim bakal jadi nilai merah.

Di Saat perfomance tim yang tengah memburuk, kabar tak mengenakkan datang dari sang pemilik klub, Nasser Al-Khelaifi. Kasus dugaan korupsi yang santer di 2017, kembali muncul ke permukaan.

Kasus Suap dan Korupsi

Nasser Al-Khelaifi diduga melakukan tindakan korupsi dan suap. Milioner Qatar itu diduga melakukan penyuapan kepada perusahaan pemasaran olahraga agar mendapat tender penyelenggaraan World Athletics di Doha, Qatar.

Pejabat kehakiman Prancis seperti dikutip football5star.com dari firstpost, menyebut bahwa perusahaan Oryx Qatar Sports Investment yang dimiliki Al-Khelaifi bersama saudara lelakinya, Khalid, mengirimkan uang sebesar 3,5 juta dollar kepada perusahaan pemasaran olahraga tersebut.

Perusahaan olahraga tersebut sendiri dimiliki oleh Papa Massata Diack, ayahnya adalah mantan Presiden IAAF, badan organisasi atletik di seluruh dunia yang juga anggota Komite Olimpiade Internasional.

Selain kasus suap di Prancis, Al-Khelaifi juga tengah diincar oleh aparat hukum Swiss. Stasiun TV BeIN Sports yang saham mayoritasnya dikuasai Al-Khelaifi, tengah diselidiki karena dugaan praktek korupsi.

Praktek korupsi itu diduga terjadi saat penguasaan hak siara Piala Dunia 2018 di Rusia. Pihak Pengadilan Arbitrase Olahraga berupaya untuk mengungkap kasus ini.

Kabar terakhir menyebutkan bahwa Al-Khelaifi sudah diperiksa oleh aparat hukum Prancis di kasus suap penyelenggaraan World Athletics. Pengacara pria 45 tahun itu, Francis Szpiner menyebut bahwa tuduhan terhadap kliennya hanyalah fitnah belaka.

Comments
Loading...