PSG Pantas Pesimistis Tatap Laga Lawan Manchester United

Football5Star.com, Indonesia – Realistis cenderung pesimistis. Begitulah Thomas Tuchel, dalam konferensi pers sebelum laga melawan Manchester United. Dia menilai anak-anak asuhnya saat ini tak diuntungkan situasi karena dua pemain pilar, Neymar dan Edinson Cavani, dipastikan absen.

Di tengah geliat Manchester United yang tak terkalahkan dalam sebelas laga sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer, pesimisme Tuchel beralasan. Dia sadar, PSG butuh kekuatan penuh untuk dapat merepotkan Paul Pogba cs. Namun, ketiadaan Neymar dan Cavani jelas menurunkan kekuatan mereka.

Bukan hanya itu, PSG juga dihantui satu hal lain. Itu adalah rekor buruk di tanah Inggris. Negeri Ratu Elizabeth II itu seolah tanah penuh kesialan bagi klub berjuluk Les Parisiens tersebut. Faktanya, dalam 10 lawatan ke Inggris, hanya sekali mereka menang. Sisanya, empat kali seri dan lima kali kalah.

Kemenangan atas Chelsea di Stamford Bridge adalah satu-satunya kemenangan PSG di tanah Inggris.
mirror.co.uk

Satu-satunya anomali terjadi pada leg II babak 16-besar Liga Champions 2015-16. Melawat ke kandang Chelsea, Stadion Stamford Bridge, mereka menang 2-1.

Khusus lawatan ke Kota Manchester, Les Parisiens tak pernah menang. Dua kali meladeni Manchester City, mereka menuai satu kekalahan dan sekali imbang. Sudah begitu, mereka pun selalu gagal mencetak gol. Sekali imbang 0-0 dan sekali pula kalah 0-1.

Sebaliknya, Manchester United justru punya catatan apik saat menjamu wakil Prancis. Dalam 13 kesempatan, mereka tak pernah kalah. Sebanyak 10 laga di antaranya malah berhasil mereka menangi. Termasuk empat kesempatan terakhir. Mereka menang atas Lille OSC, Olympique Lyon, Olympique Marseille, dan St-Etienne.

Menilik hal tersebut, tak heran bila Tuchel secara tersirat menyatakan bahwa kans PSG ada di kandang sendiri pada leg II. Adapun di kandang Manchester United kali ini, mereka tak dapat berharap banyak.

Comments
Loading...