PSIS Semarang Datangkan Pemain dari Klub Latin Rasa Palestina

Football5star.com, Indonesia – Klub peserta Liga 1 2019 PSIS Semarang resmi mendapatkan pemain berposisi gelandang Jonathan Cantillana dari klub Liga Tepi Barat, Hilal Al-Quds. Sebelum bermain di Al-Quds, Cantillana ternyata sempat memperkuat klub Latin rasa Palestina, Deportivo Palestino.

“Sore hari ini, kami, PSIS Semarang, memperkenalkan pemain asing slot Asia baru, yang baru saja datang dari negaranya, Chile. Sebelah kiri saya ini adalah Jonathan Cantillana seperti yang diisukan kemarin cukup heboh di media sosial.” kata CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi kepada awak media, Minggu (8/9/2019).

Dikatakan oleh Yoyok, Jonathan memiliki dua paspor yakni Chile dan Palestina. Dan ia sudah didaftarkan PSIS Semarang ke PT Liga Indonesia.

“Artinya, Jonathan bisa kita mainkan lawan PSM Makassar. Besok, Jonathan akan kita bawa ke Makassar,” dia menjelaskan

Menarik untuk menunggu pemain berdarah Palestina ini bermain di Liga Indonesia. Yang juga menarik dari Jonathan ialah mantan klubnya Deportivo Palestino.

Klub orang Palestina

Bagi sejumlah fans sepakbola mungkin sedikit asing dengan klub bernama Club Deportivo Palestino. Mungkin jika mendengar nama klub itu, kita akan berpikir bahwa klub ini ialah klub sepakbola yang berbasis di Palestina atau daerah Timur Tengah lainnya.

Namun ternyata klub ini tidak berada di sana, Deportivo Palestino bermarkas di koordinat 33°27′S 70°40′W atau 20 jam perjalanan dari Palestina, lebih tepatnya di kota Santiago, Chile, Amerika Selatan.

Bagaimana bisa klub yang memiliki nama Palestina bermarkas di Chile? Menurut sejarahnya klub ini memang masih memiliki keterkaitan dengan rakyat Palestina. Dikutip dari Haaretz klub ini berdiri pada 1920 silam dan para imigran dari Arab yang jadi pendiri klub.

Haaretz.com

Deportivo Palestino bahkan termasuk salah satu klub tertua di Chile, pasalnya liga profesional pertama di negeri Alexis Sanchez itu baru berlangsung pada 1952.

Meski jadi klub tertua, Palestino tidak lantas langsung mentas di kasta tertinggi kompetisi sepak bola di Chile, mereka memulainya dari divisi dua. Meski memiliki rasa Palestina, klub ini kini memiliki basis penggemar yang beragam. Ada orang asli Palestina, berdarah Palestina-Chile, dan orang asli Chile.

Salah satu penggemar Palestino, Juan Bishara seperti dikutip dari TheGuardian mengatakan meski mereka warga negara Chile, kecintaan ia pada Palestino sangat besar. Bishara pun tak mempermasalahkan dengan sikap klub yang selalu memiliki rasa solidaritas pada Palestina.

Solidaritas kepada Palestina

Pada 2016 lalu, salah satu peristiwa bersejarah terjadi di klub ini. Seluruh skuat Palestino saat itu mendarat di Tanah Palestina. Presiden klub, Eduaro Heresi mengatakan selama berada di Palestina, mereka mengunjungi kota-kota seperti Yerusalem, Ramallah, Belen, Hebron, dan Nablus.

Skuat Palestino seperti dilansir dari situs resmi klub makin memperkuat akar dan ikatan terhadap Palestina. Sebenarnya Palestino sudah berulang kali berusaha untuk bisa masuk Palestina, namun otoritas Israel selalu menolaknya.

Pada 2014 misalnya, mereka ditolak masuk ke Palestina oleh otoritas Israel, malah pada tahun yang sama, federasi sepakbola Chile memberi peringatan ke klub ini karena jersey yang mereka gunakan sangat identik dengan bendera Palestina.

Usut punya usut, peringatan dari federasi sepakbola Chile ini usai mereka mendapat keluhan dari organisasi Yahudi di Chile dan Isreal. Kecintaan rakyat Palestina pada Deportivo Palestino sangat besar.Bahkan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas pernah berkata bahwa Palestino adalah timnas ‘kedua’ bagi Palestina.

Jika diawal berdirinya klub ini memiliki pemain yang kebanyakan berdarah Arab, saat ini klub Palestino justru lebih banyak dihuni oleh sejumlah pemain berdarah asli Chile, hingga sejumlah pemain dari Argentina.

Comments
Loading...