Dituduh Tunggak Gaji Pemain, PSMS Medan Tak Terima

Football5Star.com, Indonesia – PSMS Medan akhirnya merespons soal tunduhan telah menuggak gaji dan terancam tak bisa mendaftarkan pemain baru untuk Liga 2 2020. Mereka dengan tegas membantah dan menyebut kalau semuanya sudah beres.

Seperti diberitakan sebelumnya, PSMS masuk ke dalam lima tim Liga 2 yang disebut-sebut terlilit masalah gaji. Selain mereka, ada pula PSPS Riau, PSKC Cimahi, Kalteng Putra, dan Perserang Serang. Hal tersebut bisa membuat Ayam Kinantan tak bisa mendaftarkan pemain baru untuk kompetisi 2020.

PSMS Medan melalui Sekretaris Umum, Julius Raja, menyebut kalau manajemen sudah melunasi semua utang gaji ke pemain musim lalu. Dia jua bicara soal ancaman sanksi yang membayangi PSMS.

“Kalau menunggak gaji, artinya kami tak membayar pemain yang sudah berkeringat. Untuk yang dibawa ke NDRC itu tentang gaji pemain setelah kontraknya tak diperpanjang di Liga 2 2019,” kata Julius Raja, dikutip dari Antara.

Masalah gaji itu berawal dari tuntutan mantan pemainnya, Mohammadou Al Hadji ke Badan Penyelesaian Sengketa Nasional, NDRC. Al Hadji menuntut kepada PSMS Medan yang belum bayar uang sejumlah Rp 150 juta.

Julius Raja menyebut kalau Al Hadji memang sudah tak digaji karena telah dicoret PSMS kala itu. Memang, bek naturalisasi itu dikontrak Juni-Desember 2019. Tapi pada putaran kedua Al Hadji telah dicoret dari skuat PSMS.

“Si pemain ini hanya bermain untuk kami di putaran pertama Liga 2 2019. Sampai putaran pertama itu, kami sudah bayar gaji dan kompensasi. Antara minggu ini sampai pertengahan September 2020 akan kami selesaikan semuanya. Semuanya berikan langsung ke pemain. Bersih, pajaknya kami yang bayar,” tutup Julius Raja.

Mohammadou Al HadjiPSMS Medan