PSMS Medan: Pikirkan yang Cari Makan di Sepak Bola

Football5Star.com, Indonesia – PSMS Medan beraksi usai Liga 2 2020 kembali ditunda akibat tak dapat izin keamanan. Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja, menilai kalau kondisi ini berpengaruh kepada orang yang mencari nafkah di sepak bola.

PSMS jelas menjadi salah satu pihak yang pusing akibat penundaan kompetisi ini. Apalagi penundaan tersebut juga tak jelas. Terlebih, mereka jua sudah belanja banyak pemain bintang demi mengusung misi lolos ke Liga 1 2021.

Julis Raja menyebut kalau bukan cuma PSMS Medan saja yang pusing karena ketidakjelasan status kompetisi. Semuanya jua pasti akan merasakan hal sama. Terlebih banyak orang yang hidupnya tergantung dari sepak bola.

“Pikirkan semuanya yang cari makan di sepak bola, kalau tak dilanjutkan. Kan pemain bagaimana, ribut APPI lalu APSI, dikasihlah 25 persen, itu pun gak jalan kemarin,” ungkap Julius Raja kepada Football5Star.

“Artinya klub-klub termasuk PSMS jadi merana, sponsor gak ada, pemasukan gak ada, seharusnya bagaimana,” sambung Sekum PSMS itu.

Termasuk soal gaji, PSMS Medan jelas sangat rugi akibat penundaan ini. Mereka sebenarnya sudah benar-benar merancang pengeluaran klub dari segi gaji.

“Ya jelas rugi. Gak setimpal, dapat 150 juta sebulan, ini molor satu bulan, ruginya 600 juta, karena biaya 750 juta (per bulan). Sementara dapat subsidi segitu, sisanya nombok lah. PSSI LIB saja kasian, ini sudah main di tingkat tinggi. Kita berdoa saja supaya sepak bola Indonesia lebih baik,” tutup dia.

Liga 2 2020PSMS Medan