PSSI dan PT LIB Disebut Terlalu Paksakan Liga 1 2020 Dilanjutkan

Football5Star.com, Indonesia – PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) disebut terlalu memaksakan agar Liga 1 2020 dilanjutkan Oktober mendatang. Sebab, sampai saat ini memang penyebaran virus COVID-19 di Indonesia masih tinggi.

Pandemi COVID-19 di Indonesia memang masih tinggi. Data terbaru menyebut pasien positif masih terus bertambah dan kini ada 104,432 kasus COVID-19 di Indonesia, 62,138 sembuh, dan 4,975 meninggal dunia.

Fakta itu dikritisi oleh salah satu pengamat sepak bola, Anton Sanjoyo, yang menilai PSSI terlalu memaksakan Liga 1 2020 dilanjutkan. Jangan sampai, kata dia, ada klaster baru COVID-19 melalui sepak bola.

Arema FC - Ruddy Widodo - Stadion Kanjuruhan - Liga 1 2020 - @aremafcofficial

“Ada environment yang PSSI dan PT LIB tak bisa handle. Pertama, kurva penularan yang tak tahu kapan akan melandai. Persoalannya bukan hanya koordinasi, bikin kompetisi dilanjutkan itu mudah,” kata Anton dikutip dari Antara.

“Akan tetapi bagaimana dengan suasana yang luar biasa ini, keselamatan pemain bisa dijaga. Sehingga tak ada kluster baru di sepak bola,” sambung dia.

Memang, kompetisi di Eropa sudah berlanjut dan bahkan berhasil diselesaikan di tengah pandemi COVID-19. Tapi, asosiasi sepak bola di sana memperhitungkan secara matang konsekuensi yang akan dihadapi. PSSI jua harus mencontoh hal tersebut.

“Inggris, Jerman bisa lakukan karena kurva (COVID-19) sudah turun. Jerman saja yang kita tahu yang sangat disiplin begitu luar biasa menjaga pemain. Kedua, tes seminggu bisa 3-4 kali dan itu dijaga ketat. Bahwa sepak bola apapun di dunia tak lebih penting dari nyawa. Sepak bola memang penting, harus jalan. Tapi bagaimana protokolnya, jangan korbankan nyawa,” tutup dia.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More