PSSI Dapat Kritik Keras dari Lembaga Internasional Soal Gaji Pemain

Football5star.com, Indonesia – Federasi internasional pesepak bola profesional, FIFPro sampaikan kritik keras kepada Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait kebijakan pemotongan gaji pemain sebesar 75 persen selama pandemi corona.

“PSSI mengintervensi hubungan kerja pemain tanpa keinginan untuk mengundang serikat pemain ke meja perundingan,” kata direktur legal FIFPro, Roy Vermeer seperti dikutip Football5star.com dari halaman resmi FIFPro, Jumat (22/5/2020).

Menurut FIFPro, pihaknya sudah memberikan pesan agar seluruh pihak federasi di seluruh dunia untuk bisa bekerjasama dengan klub dan pemain dalam rangka kondisi ekonomi para pemain di tengah pandemi corona.

PSSI Dapat Kritik Keras dari Lembaga Internasional Soal Gaji Pemain

Namun kata FIFPro, pihak PSSI malah tidak berkomunikasi dengan perwakilan mereka, APPI. Pada awal April lalu, APPI sudah menyebut bahwa pemotongan gaji membuat pemain menerima di bawah UMR.

“Banyak pemain yang seperti itu, terutama di Liga 2. Ada yang masih bergaji Rp5 jutaan yang, kalau dipotong jadi tinggal 25 persen sesuai keputusan PSSI, berarti hanya menerima Rp1,25 juta, di bawah UMR. Itu, kan, tidak pas,” ujar Kuasa Hukum APPI Riza Hufaida

“Inilah yang kami sebut bahwa pemotongan gaji sebesar 25 persen tidak bisa disamaratakan. Untuk pemain di Liga 1, umumnya mereka sudah mendapatkan pembayaran di muka (DP) sebesar 20 persen ketika menandatangani kontrak, lumayan besar dan cukup. Kalau di Liga 2, mereka sebagian besar tidak menggunakan sistem DP,” tambahnya.

Sebab, jika PSSI menyebut menggaji pemain maksimal 25 persen dari yang ada di kontrak, artinya tidak salah jika klub memberikan pemain penghasilan di bawah itu. Dalam praktiknya, ada yang menggaji pemainnya sebesar 10 persen dari gaji yang tertera di kontrak.