PSSI: Suporter ke Stadion, Klub Dihukum? Tak Masuk Akal!

Football5Star.com, Indonesia – Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengatakan kalau aturan suporter yang memaksa ke stadion lalu klubnya dihukum tak masuk akal. Menurutnya, hal ini jangan digoreng seakan-akan PSSI yang salah.

Sebelumnya memang sempat ada wacana kalau ada suporter yang nekat ke stadion, maka pertandingan langsung dihentikan dihntikan dan klub tuan rumah dinyatakan kalah. Wacana itu dibicarakan dalam rapat manajer Liga 1 2020 dengan PT LIB dan PSSI untuk menghindari penyebaran COVID-19.

Yunus Nusi sendiri menilai kalau wacana itu sama sekali tak masuk akal. Menurutnya kalau hanya ada satu atau dua suporter saja yang datang jelas tak bisa langsung dihentikan laganya.

PSSI Marah-Marah Soal Aturan Suporter, Ini Reaksi PT LIB Yunus Nusi Janji Tak Akan Overlap Seperti Ratu Tisha di PSSI
Jawa Pos

“Jika ada 1-2 orang suporter datang, lalu menyatakan sanksi kepada klub. Masuk akal? Kan begitu. Tetapi digoreng habis seakan-akan orang PSSI itu bodoh sekali,” kata Yunus Nusi saat dihubungi wartawan.

“Saya tidak butuh mengklarifikasi secara detail karena ada sesuatu yang masuk akal yang harus ditelaah oleh media. Ada juga yang tidak. Untuk apa diklarifikasi dan ditanyakan ke saya. Kalau itu tidak masuk akal, tak perlu diminta klarifikasi. Tak masuk akal,” sambung dia.

Yunus Nusi tak menampik kalau memang ada rencana membuat aturan untuk mencegah suporter ke stadion. Hal itu dilakukan demi menjaga suporter itu sendiri di tengah pandemi COVID-19. Tapi, sanksinya tak sampai pemotongan poin ke klub.

“Tetapi tidak logis kalau dikatakan suporter datang lalu timnya akan disanksi pengurangan poin. Saya tidak akan melayani media ketika menanyakan sesuatu yang tidak masuk akal. Maaf, saya tahu kawan-kawan wartawan memiliki pengetahuan juga soal olahraga. Tapi kalau ini hanya membuat energi lalu diadu domba antara kami dengan klub dan suporter, kami tidak akan melayaninya,” tutup Yunus Nusi.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More