PSSI Takkan Tutupi Bukti Match Fixing pada Satgas

Football5star.com, Indonesia – Kerja sama yang sudah terjalin antara PSSI dan Satgas Antimafia sepak bola dari kepolisian semakin erat. Melalui Sekretaris Jenderalnya, Ratu Tisha, federasi takkan tutupi jika memiliki bukti terkait match fixing di sepak bola Indonesia.

Jumat (4/1/2019) Ratu Tisha kembali dipanggil Satgas untuk pemeriksaan lanjutan terkait match fixing yang terjadi di Liga Indonesia. Ia mengatakan bahwa PSSI berkomitmen penuh untuk membantu kepolisian menangkap pelakunya.

Wanita 33 tahun ini juga menegaskan siap memberikan bukti yang diminta satgas untuk membongkar praktik kecurangan ini. Menurutnya ada beberapa hal yang di luar jangkauan federasi bisa diselesaikan di kepolisian.

detik.com

“Jika dimintai bukti pasti akan kami berikan semua, tidak ada yang akan ditutupi. Ini posisinya seperti dua sisi mata uang, ada hukum olahraga dan ada hukum pidana yang tidak bisa PSSI jangkau. Jadi posisinya adalah kerja sama,” kata Ratu Tisha kepada awak media di Gedung Ombudsman, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

“Kami juga memerlukan bantuan dari Satgas kepolisian agar apa yang bisa dikembangkan di area Komite Disiplin, sehingga kami bisa menegakkan hukum sepak bola dengan sebaik-baiknya dan begitu pun sebaliknya,” ia menembahkan.

Terkait pemberantasan mafia sepak bola, Satgas sejauh ini sudah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng, aggota komite disiplin, Dwi Irianto, atau yang dikenal sebagai Mbah Putih, mantan anggota komite wasit, Priyatno, dan wasit futsal wanita, Anik Yuni Artika.

Comments
Loading...