Rafael Dudamel Tuding Timnas Jepang Hina Copa America

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Jepang yang tampil pada perhelatan Copa America 2019 mendapatkan kritik pedas dari Rafael Dudamel. Pelatih timnas Venezuela itu menuding timnas Jepang sebagai tim undangan telah menghina ajang itu karena datang tidak dengan tim terbaik.

“Saya tidak setuju terhadap tim tamu seperti Jepang yang merendahkan kompetisi dengan membawa begitu banyak pemain U-23. Itu sesuatu yang tidak menghormati kompetisi,” ucap Rafael Dudamel seperti dikutip Football5Star.com dari Diario As.

Faktanya, timnas Jepang pada gelaran Copa America 2019 memang didominasi pemain-pemain U-23. Dari 23 pemain yang dibawa pelatih Hajime Moriyasu, hanya lima pemain yang berumur di atas 23 tahun. Mereka adalah Eiji Nakashima (36 th), Shinji Okazaki (30 th), Gaku Shibasaki (27 th), Naomichi Ueda (24 th), dan Shoya Nakajima (24 th).

Timnas Jepang dikritik Rafael Dudamel karena datang dengan mayoritas pemain U-23 ke Copa America 2019.
trome.pe

Akan tetapi, timnas Jepang sebenarnya bukan satu-satunya tim yang tampil dengan tim muda saat hadir sebagai undangan pada Copa America. Timnas Kosta Rika pada 2011 pun demikian. Kala itu, pelatih Ricardo La Volpe juga hanya membawa lima pemain berumur di atas 23 tahun.

Selain mengkritik timnas Jepang, Rafael Dudamel juga menilai Copa America seharusnya dikembalikan ke khitah sebagai ajang bergengsi antarnegara di Amerika Selatan. Menurut dia, sangat aneh melihat hanya di ajang ini ada tim-tim dari konfederasi lain.

“Saya berani mengatakan bahwa Copa America seharusnya hanya untuk tim-tim Amerika Selatan. Kita tak pernah melihat tim-tim Amerika Selatan diundang ke Piala Afrika, turnamen di Eropa atau Amerika Tengah. Kami harus menghormati para pionir yang membangun kompetisi ini hanya untuk tim-tim Amerika Selatan,” ungkap pelatih berumur 46 tahun itu.

Rafael Dudamel bukan satu-satunya pelatih yang mengkritik keberadaan tim-tim undangan pada Copa America. Sebelumnya, hal serupa diungkapkan pelatih timnas Paraguay, Eduardo Berizzo. Bedanya, mantan pelatih Sevilla itu menilai ajang tersebut seharusnya untuk tim-tim dari Conmebol dan Concacaf.

Comments
Loading...