Ranieri Patok Waktu Leicester Akan Berpikir Soal Juara

Leicester City memperkokoh posisi di puncak klasemen sementara Premier League usai mengalahkan Everton 3-2. Berkat kemenangan di Goodison Park tersebut, The Foxes unggul lima poin di atas Arsenal yang ada di peringkat kedua. Namun, manajer Claudio Ranieri masih enggan menyebut timnya berpeluang juara.

The Foxes menundukkan The Toffees berkat dua gol penalti Riyad Mahrez dan gol Shinji Okazaki. Kemenangan itu sangat penting karena terjadi pada saat dua pesaingnya, Arsenal dan Manchester City bertemu. Kalau laga berakhir imbang, Leicester akan tetap unggul empat angka di atas The Gunners.

Meski posisinya menguntungkan, Ranieri tetap tidak mau menyebut Leicester berada dalam perburuan juara. Dia baru berubah pikiran jika kondisinya tetap seperti pada akhir April 2016.

“Saya akan sangat sangat jujur. Jika kami tetap berada di sana (posisi pertama, Red.) pada akhir April, saya akan memikirkan gelar juara. Sekarang saya hanya akan menikmatinya,” ucap Ranieri.

Manajer berjuluk The Tinkerman ini mengatakan situasi yang dialami klubnya benar-benar “edan”. Namun, kalau dalam konteks ini, dia menyukainya. “Inilah sepak bola. Sepak bola memang gila. Namun, jika gila seperti ini, saya menyukainya,” tutur Ranieri.

Ranieri memiliki kebiasaan menarik. Dia selalu mengajak anak didiknya makan piza bersama jika mampu mengakhiri pertandingan tanpa kebobolan. Namun, kali ini dia tidak akan mentraktir para pemainnya karena gawang Kasper Schmeichel kemasukan dua gol. “Tidak ada clean sheet, tidak ada piza,” kata Ranieri.

Comments
Loading...