Rasialisme di Sepak Bola Kini Menyebar ke Gim Football Manager

Football5star.com, Indonesia – Masalah rasialisme di sepak bola sepertinya tidak hanya terjadi di dunia nyata saja. Kini masalah menahun ini sudah menjalar ke gim terkenal pecinta si kulit bundar, Football Manager.

Seperti yang diketahui, Football Manager adalah salah satu gim yang paling digemari selain FIFA maupun PES. Dalam permainan ini para penggunanya bisa merasakan menjadi pemilik klub profesional. Selain bisa memilih pemain dari berbagai negara mereka juga bisa mengatur skuat dan strategi di lapangan.

Tidak hanya itu, para pengguna juga bisa berurusan langsung dengan awak media dan memperlakukan pemain yang sedang dalam masalah. Bahkan kini permainan ini kerap digunakan beberapa pelatih di Eropa guna menambah keterampilan mereka dalam mengelola timnya.

channel4.com

Dengan teknologi yang semakin maju Football Manager pun makin berbenah untuk menyempurnakannya. Akan tetapi gebrakan tersebut justru mengundang kontroversi. Kontroversi yang dimaksud adalah perbedaan yang terjadi antara pemain kulit putih dan kulit hitam.

Telepraph melaporkan bahwa di versi Football Manager 2019 terdapat kategori pemain dengan warna rambut dan kulit tertentu yang memiliki perbedaan nilai satu sampai 20. Angka satu untuk warna kulit paling terang sedangkan 20 untuk kulit paling gelap.

Analis Quartz dari data Football Manager menemukan bahwa pemain dan staf yag memiliki kulit gelap berada di peringkat yang buruk. Sedangkan pemain yang memiliki kulit lebih terang selalu mendapat skor tinggi.

Masalah kategori warna kulit ini pun berimbas pada skor tiap pemain dari segi non-fisik. Setidaknya 72 persen pemain yang punya kulit lebih terang mendapat nilai profionalisme sebesar 10 atau lebih.

Banyak yang menganggap fakta tersebut menjadi bagian dari diskriminasi rasial yang telah merambah dunia virtual. Bahkan salah satu pemain Football Manager, Evan McFarlane, sempat mengeluh soal masalah ini.

Comments
Loading...