Ratu Tisha: Meneruskan Perjuangan Kartini Lewat Sepak Bola

Football5star.com, Indonesia – Pada tanggal 21 April di setiap tahunnya, seluruh rakyat Indonesia selalu merayakan hari ulang tahun dari sosok Raden Ajeng Kartini. Meski sosoknya sudah lama tiada, perjuangan Kartini tak akan pernah mati dan akan selalu dikenang tak hanya oleh seluruh wanita Indonesia. Melainkan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Perjuangan dari Kartini untuk menyetarakan kesempatan bagi para wanita Indonesia kini sudah membuahkan hasil. Salah satu sosok yang namanya mencuat berkat perjuangan Kartini adalah sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria.

Ratu Tisha merupakan wanita pertama yang ditunjuk sebagai sekjen PSSI. Ia sudah mengemban jabatan ini semenjak tahun 2017 lalu. Sebelum berkecimpung di PSSI, wanita kelahiran 1985 itu sempat mendirikan sebuah badan statistik sepak bola bernama LabBola dan pernah menjabat sebagai Direktur Kompetisi Torabika Championship pada tahun 2016 lalu.

Ratu Tisha - Hari Kartini - PSSI - @Bukalapak
@Bukalapak

“Hari Kartini mengingatkan saya untuk lebih bersyukur atas kesempatan bagi putra putri di Indonesia. Kita harus ingat akan sejarah perjuangan untuk kesamaan dalam kesempatan menempuh pendidikan. Bangsa yang besar adalah bangsa yg menghargai sejarahnya,” tutur Ratu Tisha ketika dihubungi oleh tim football5star.

“Perjuangan Kartini pada saat itu adalah memperjuangkan agar setiap warga negara, tidak hanya dirinya, bisa mendapatkan kesempatan yang sama. Jadi saat ini, siapapun yang tengah berjuang untuk sekitarnya, tidak hanya dirinya, itu meneruskan sosok Kartini.”

Saat ini, Ratu Tisha sedang berjuang keras agar masyarakat Indonesia bisa mengaplikasikan nilai-nilai dari sepak bola di kehidupan sehari-hari. Ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu tujuan utama dari PSSI yang belum lama ini merayakan hari jadinya yang ke-89.

“Ingin mengajak agar kita semua mengaplikasikan nilai-bilai sepak bola dalam keseharian kita, di manapun kita beraktivitas. Harus menjunjung tinggi fairplay, respect, discipline, dan unity.”

Comments
Loading...