Redam Gejolak, Oezil dan Guendogan Temui Presiden Jerman

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Sepekan ini, hidup Mesut Oezil dan Ilkay Guendogan tak tenang. Foto bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membuat mereka dihujani kritik. Guna meredam gejolak, Oezil dan Guendogan secara khusus bertemu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier.

Oezil dan Guendogan memanfaatkan momen kunjungan timnas Jerman kepada Presiden Jerman untuk berbincang secara khusus. Didampingi Presiden DFB Reinhard Grindel, Manajer Timnas Jerman Oliver Bierhoff, dan pelatih Joachim Loew, keduanya berbicara dengan Steinmeier jelang laga final DFB Pokal, Sabtu (19/5/2018) waktu setempat.

Oezil dan guendogan saat bertemu Presiden Steinmeier.
zdf.de

“Keduanya meyakinkan kami bahwa mereka tidak bermaksud mengirimkan pesan politik lewat kegiatan yang telah mereka lakukan,” ungkap Grindel seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Grindel memuji langkah yang diambil kedua pemain berdarah Turki tersebut. “Sungguh patut dihargai dan dipuji bahwa Mesut Oezil dan Ilkay Guendogan secara pribadi ingin meredam segala kemarahan yang timbul. Keterbukaan dan kejujuran dari para pemain seperti ini sangat penting bagi kami di DFB,” tambah dia.

Langkah Oezil dan Guendogan pun diapresiasi Steinmeier. “Sangat penting bagi keduanya untuk menyelesaikan kehebohan yang timbul,” kata sang presiden.

Menurut Presiden Jerman itu, Oezil dalam pertemuan tersebut menegaskan komitmen kepada Jerman. Sementara itu, Guendogan menyatakan, Jerman adalah nyata-nyata negeri dan timnya.

Bagi kedua pemain tersebut, pernyataan tegas mengenai hal itu sangatlah penting. Pasalnya, tak sedikit pihak yang meminta Loew tak membawa mereka ke skuat timnas Jerman untuk Piala Dunia 2018. Antipati yang timbul pun bisa berakibat buruk bagi Die Mannschaft di Rusia nanti karena para fans mungkin akan menyiuli keduanya saat bermain.


TAHUKAH ANDA?

Pemain keturunan Turki pertama yang membela timnas Jerman adalah Mehmet Scholl pada 1993. Total, dia tampil 36 kali bersama Die Mannschaft dan jadi bagian skuat saat Jerman Juara Piala Eropa 1996.

Comments
Loading...