Rekam Waktu Barcagate, Saat Bartomeu Membutuhkan Suara Buzzer

Football5star.com, Indonesia – Penangkapan mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, Senin (1/3/2021) jadi babak baru kasus hukum yang menimpa klub Barcelona. Penangkapan Bartomeu membuat publik mulai ramai membicarakan lagi Barcagate.

Barcagate sebenarnya sudah mulai ramai diperbincangkan setahun lalu. Banyak yang bertanya-tanya, apa sebenarnya Barcagate itu? Apakah kasus ini terkait masalah korupsi atau pencucian uang?

Untuk menjelaskan lebih detail apa itu Barcagate, kita harus mundur ke 2020. Di awal tahun lalu, kondisi Barcelona memang mulai menarik perhatian banyak pihak. Sorotan sebenarnya bukan soal sepak terjang Lionel Messi dkk di lapangan hijau.

lavanguardia.com

Namun lebih kepada kebijakan manajemen klub di bawah kepempimpinan Bartomeu. Rekam waktu Barcagae, kita mulai dari 3 Januari 2020.

Di tanggal itu, Emili Rousaud salah satu eks dewan direksi Barcelona mengumumkan diri sebagai calon presiden klub. Nama Rousaud saat itu mengalahkan kandidat lainnya yang dirasa lebih cocok yakni Jordi Cardoner.

Padahal Cardoner disebut-sebut sebagai orang yang lebih cocok untuk masuk ke bursa calon presiden Barcelona. Ia juga mendapat dukungan dari mayoritas pendukung Barca.

Dari laporan La Vanguardia, Rousaud bisa maju sebagai kandidat calon presiden klub karena mendapat restu dari Bartomeu. Padahal sejak 2015 hingga Januari 2020, Rousaud tak pernah menunjukkan minatnya untuk jadi orang nomor satu di Barca.

Sebelumnya pada 2017, Rousaud sempat menjabat sebagai plt wakil presiden, posisi ini sebelumnya dijabat oleh Carles Vilarrubí i Carrió. Restu dari Bartomeu kepada Rousaud dianggap publik sebagai cara untuk mempertahankan pengaruhnya di Blaugrana.

Selanjutnya di tanggal 13 Januari, manajemen memecat Ernesto Valverde. Pemecatan Valverde dirasa publik sebagai tindakan terlambat dari Bartomeu sebagai presiden klub. Bartomeu menganggap kekakalahan Barca di Piala Super di Qatar sebagai alasan kuat Valverde diberhentikan.

Bola salju kemudian semakin membesar. Belum mendapatkan pelatih yang cocok membuat manajemen mendapat kritik pedas. Buruknya, perjalanan Oscar Grau dan Eric Abidal ke Qatar untuk menemui Xavi malah bocor ke publik. Xavi juga menolak tawaran dari mantan klubnya tersebut. Setien pun yang akhirnya jadi pilihan akhir.

Babak baru di awal Februari

Kondisi kemudian makin runyam bagi manajemen Barcelona pada periode Februari 2020. Pada 4 Februari 2020, Eric Abidal dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa ada pemain yang tidak suka dengan gaya kepelatihan Valverde.

Pernyataan ini memancing Lionel Messi untuk bereaksi. Sang kapten meminta Abidal untuk menyebut nama pemain yang tidak suka dengan gaya melatih Valverde. Singkatnya, Messi menganggap Abidal hanya menebar fitnah dan merusak keutuhan tim.

3 hari setelah Hari Valentine 2020, publik Spanyol dibuat heboh dengan laporan yang diungkap oleh Radio Cadena SER. 17 Februari 2020, Cadena SER mempublikasikan bahwa Barcelona telah bekerjasama dengan perusahaan bernama I3 Ventures untuk melakukan kampanye hitam kepada pemain dan mantan penggawa Blaugrana.

Marca

“Perusahaan itu disewa untuk membuat pesan di sosial media. Pesan itu bertujuan untuk mendiskreditkan para pemain, termasuk Messi dan istrinya, Antonela,” tulis Football Espana.

Dari tanggal inilah, publik mulai mengenal istilah Barcagate. Pihak klub kemudian membantah laporan tersebut. Pihak klub kemudian meminta Cadena SER untuk memberikan buktik lengkap tudingan mereka itu dalam tempo waktu 1×24 jam.

Pada 18 Februari 2020, Cadena SER mempublikasikan bukti bahwa memang benar I3 Ventura dipekerjakan oleh manajemen Barcelona. Media El Larguero juga mempublikasikan dokumen setebal 36 halaman terkait perjanjian kerjasama tersebut.

Dalam dokumen setebal 36 halaman itu, ditemukan bukti bahwa perjanjian antara I3 Ventures ditandatangani oleh direktur mereka, Carlos Ibáñez. Orang ini diduga memiliki hubungan pertemanan dengan Jaume Masferre, tangan kanan Bartomeu.

Masih di tanggal yang sama, Bartomeu kemudian mengatakan ke awak media bahwa manajemen telah memutus kontrak perjanjian dengan I3 Ventures. Alasan pemutusan kontrak itu kata Bartomeu, karena perusahaan tersebut menyerang para penggawa Barcelona.

Pada hari-hari berikutnya setelah itu kondisi semakin memanas. Messi dan Gerard Pique menunjukkan rasa tidak percaya terhadap penjelasan pihak manajemen. Tanggal 21 Januari 2020, Bartomeu diminta untuk memberhentikan sementara Masferre sebagaib anggota direksi, namun hal itu tak ia lakukan.

Maret yang melelahkan

Pada periode Maret, Barcagate mulai tertutup. Hal ini lantaran kasus penyebaran virus corona yang memasuki tahap sangat mengkhawatirkan.

7 April 2020, Rousaud meminta Bartomeu dan direksi klub saat ini, termasuk dirinya untuk segera mengundurkan diri. Hal ini lantaran Rousaud melihat efek bola salju laporan Cadena SER semakin membesar.

Marca

10 April 2020, Bartomeu resmi mengundurkan diri sebagai presiden Barcelona. Pengunduran diri Bartomeu diikuti oleh wakil presiden, Emili Rousaud dan Enrique Tombas. Sejumlah dewan direksi juga ikut mundur seperti Josep Pont, Silvio Elias, Maria Teixidor dan Jordi Calsamiglia.

Pada periode ini, Rousaud yang awalnya jadi anak emas Bartomeu, malah berbalik menyerang. 4 hari setelah pengunduran diri Bartomeu, kelompok Dignitat Blaugrana membuat laporan terkait dugaan malpraktik proses administrasi klub di tingkat dewan direksi.

17 Juni 2020, laporan dari Dignitat Blaugrana mendapat persetujuan dari hakim. Kasus ini kemudian diproses oleh kepolisian Catalan. 5 Juli 2020, unit Mossos d’Esquadra ke Nou Camp dan melakukan penyitaan sejumlah dokumen. 6 Juli 2020, pihak klub mengakui adanya penyimpangan namun dalam hal pembayaran faktur.

31 Juni 2020, Jaume Masferrer kembali bekerja sebagai dewan direksi klub setelah menjalani masa skors selama beberapa minggu. 24 Agustus 2020, Messi mengirimkan Burofax yang meminta kontaknya harus diputus pada Juni 2021.

6 September 2020, pengadilan nomor 13 Barcelona memberikan izin untuk pihak kepolisian untuk menyelidiki lebih jauh dugaan kasus kejatan yang melibatkan I3 Ventures dan manajemen klub.

7 Oktober 2020, hakim Alejandra Gil menemukan bukti kejahatan dan memperluas penyelidikan terkait Barcaget. 23 Oktober, unit Mossos d’Esquadra meminta pihak klub mengirimkan sejumlah dokumentasi yang hilang.

1 Maret 2021, unit Mossos d’Esquadra menangkap Josep Maria Bartomeu untuk kasus Barcagate.

BarcagateBarcelonaJosep Maria BartomeuLionel Messi