Ribery Dituduh Jadi Biang Kerok Van Gaal Dipecat dari Bayern Munich

Football5star.com, Indonesia – Pada 10 April 2011, Bayern Munich memutuskan untuk memecat pelatih asal Belanda, Louis van Gaal. Pemecatan van Gaal lantaran ia dianggap gagal menjadikan Bayern sebagai juara Bundesliga musim itu, Die Roten bahkan hanya mampu untuk finish di tempat ketiga.

Bayern pada musim itu memang menjalani musim dengan kondisi tidak cukup baik. Banyak terjadi friksi antar pemain dan pelatih. Eks pemain Bayern, Danijel Pranjić mengungkapkan bahwa ada satu pemain yang menjadi biang kerok hingga van Gaal didepak sebagai pelatih.

Franck Ribery - Fiorentina - Cesare Prandelli - beIN Sports

Menurut pemain asal Kroasia tersebut, Franck Ribery adalah pemain yang berperan besar hingga van Gaal di pecat. Menutut Pranjic, awal keretakan van Gaal dengan Ribery bermula saat pemain asal Prancis itu ditempatkan sebagai gelandang serang.

“Saya pikir jika Franck memiliki kendali yang lebih baik terhadap dirinya sendiri dan mematuhi instruksi pelatih, suasana di tim akan jadi lebih baik, sebagai hasilnya, kolaborasi yang lebih lama dengan van Gaal sangat mungki terjadi,” kata Pranjic seperti dikutip Football5star.com dari Bild, Rabu (30/12/2020).

Menurut Pranjic, sebagai pelatih, van Gaal memang pribadi yang sangat prefeksionis dan tegas serta bertanggung jawab. Diakui Pranjic bahwa saat van Gaal melatih, pemain Bayern tidak memiliki banyak kebebasan.

“Dia prefeksionis yang peduli pada setiap hal kecil. Dalam jangka panjang, baik pemain dan klub itu sendiri mendapat manfaat dari filosofi sepak bola van Gaal,”

“Kami memang tidak mendapat kebebasan sama sekali dan jarang ada tanda-tanda suasana santai di lapangan latihan. Itu mungkin berhasil hanya untuk satu musim,”

Setelah dipecat dari Bayern Munich, Louis van Gaal sempat menganggur sebelum akhirnya menjadi pelatih Belanda pada 6 Juli 2012.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More