Ricky Yacobi, Bikin Klub Jepang Kepincut Hingga Bobol Gawang AC Milan

Football5Star.com, Indonesia – Sepak bola Indonesia kehilangan salah satu orang terbaiknya, yakni Ricky Yacobi. Semasa kariernya sebagai pesepak bola, Ricky merupakan salah satu striker yang sangat berbahaya bahkan sempat bikin klub Jepang kepincut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ricky menghembuskan napas terakhirnya saat bermain sepak bola di kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Almarhum tiba-tiba terjatuh di lapangan diduga akibat serangan jantung. Almarhum sempat dilarikan ke RSAL Mintohardjo, tapi nyawanya tak tertolong.

Dalam karier sepak bolanya, Ricky Yacobi merupakan salah satu striker terbaik di Indonesia. Dia bahkan pernah mengantarkan Timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games 1987, hingga ke semifinal Asian Games 1986.

Penampilan istimewanya itu membuat klub Jepang, Matsushita Electric FC, kepincut dengan aksinya. Ketertarikan klub yang sekarang bernama Gamba Osaka itu berawal dari aksi Ricky Yacobi di Arseto Solo yang sukses juara Galatama 1987.

Innalillahi! Legenda Timnas, Ricky Yacobi Meninggal Dunia Usai Bermain Bola

“Timnas Indonesia saat itu melawan Jepang pada Pra-Piala Dunia atau Pra-Olimpiade di Gelora Bung Karno, saya bikin gol indah pada waktu itu. Akhirnya mereka berminat mengajak saya ke sana,” ungkap almarhum beberapa waktu lalu.

Ricky Yacobi sendiri menjadi pemain Indonesia pertama yang mentas di Jepang. Sayang, cuaca yang dingin menghambat adaptasinya di sana. Dalam enam laga, Ricky hanya sanggup mengemas satu gol saja.

“Satu hal yang saya kagum dan saya salut, pemain-pemain di sana disiplinnya luar biasa. Kemudian fasilitasnya sangat luar biasa,” bilang Ricky.

Pernah Bobol Gawang AC Milan

Ricky pensiun dari kariernya sebagai pesepak bola pada 1991. Tapi setelah itu, dunia sepak bola tetap tak pernah lepas dari kesehariannya.

Ricky Yacobi, Bikin Klub Jepang Kepincut Hingga Bobol Gawang AC Milan

Pada 2011 silam, Ricky Yacobi bahkan sempat menetak gol dalam laga persahabatan antara Timnas Indonesia Legends melawan AC Milan Glorie. Saat itu, usianya sudah menginjak 48 tahun.

Mendapatkan umpan dari Kurniawan Dwi Yulianto, Ricky sempat mengontrol bola lalu melepaskan tembakan voli. Dia berhasil bikin kiper legendaris Italia, Massimo Taibi memungut bola dari gawangnya.

Meski akhirnya saat itu, Timnas Indonesia Legends takluk 1-5 dari Milan Glorie. Kala itu, empat gol Serginho dan satu gol Dida membuat Milan Glorie berpesta di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More