Ricky Yacobi, Bikin PSV Terkejut Hingga Berubah Nama di Jepang

Football5Star.com, Indonesia – Sepak bola Indonesia harus bangga pernah memiliki seorang Ricky Yacobi yang sangat melegenda pada masanya. Dalam perjalanan kariernya sebagai pemain, Ricky pernah bikin PSV Eindhoven terkaget-kaget, hingga jadi pioner pemain Indonesia di Jepang.

Semasa hidupnya, Ricky merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia pada era 80 dan 90-an. Dia bahkan pernah dipercaya mengemban ban kapten Timnas INdonesia saat masih berusia 23 tahun. Hal itu terjadi pada SEA Games 1987 silam.

Karier sepak bola Ricky dimulai pada 1979 saat membela PSMS Medan. Bersama tim kebanggaan masyarakat Medan itu, dia sukses besar dengan meraih dua gelar perserikatan, yakni 1983 dan 1985.

Innalillahi! Legenda Timnas, Ricky Yacobi Meninggal Dunia Usai Bermain Bola

Penampilan istimewanya itu bikin Arseto Solo kepincut. Bersama Arseto, Ricky Yacobi, terbilang istimewa. Dia sukses melesakkan 23 gol dalam 41 pertandingan. Hal itu membuatnya sempat mendapatkan gelar top skorer Galatama dua kali sekaligus, yakni 1986–87, dan 1990.

Muara penampilan istimewa sosok kelahiran 12 Maret 1963 itu tentu ke Timnas Indonesia. Aksi apiknya itu berlanjut saat mengantarkan Timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games 1987, hingga ke semifinal Asian Games 1986.

PSV Kaget dengan Aksi Ricky Yacobi

Salah satu penampilannya yang disorot, yaitu saat Timnas Indonesia beruji coba kontra PSV Eindhoven 1987 silam. PSV kala itu datang dengan nama-nama beken, seperti Ruud Gullit, Ronald Koeman, hingga Eric Gerets.

Sedang, Timnas Indonesia saat itu dilatih oleh Bertje Matulapelwa yang membawa sejumlah bintang. Sebut saja, Ricky Yacobi, Jaya Hartono, Rully Nere, hingga Ribut Waidi. Nah, dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) itu, Ricky Yacobi menjadi bintang.

PSV yang kala itu diunggulkan justru dibuat terkejut oleh dua gol Indonesia di babak pertama via Ricky Yacobi dan Jaya Hartono. PSV sempat berbalik unggul 3-2 di paruh kedua. Namun, Ricky Yacobi sukses menyamakan kedudukan via titik penalti menit ke-82.

Ricky Yacobi Pernah Bikin Ruud Gullit Kesal

Kabarnya, hasil imbang 3-3 itu membuat Ruud Gullit kesal. Sebab, Timnas Indonesia saat itu berhasil mencuri gol menit-menit akhir melalui Ricky. “Dalam pertandingan eksibisi melawan PSSI A di Stadion Utama, Gullit nampak kesal karena berhasil ditahan oleh para pemain kita dengan skor 3-3,” tulis buku Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno yang disusun oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dikutip dari GoodnewsfromIndonesia.

Ketertarikan Klub Jepang Hingga Berubah Nama

Penampilan istimewanya itu membuat klub Jepang, Matsushita Electric FC, kepincut dengan aksinya. Ricky Yacobi sendiri menjadi pemain Indonesia pertama yang mentas di Jepang.

Nah ada cerita unik dalam nama Ricky Yacobi dalam bagian kariernya ini. Sebetulnya, nama aslinya ialah Ricky Yacob. Namun, karena orang Jepang sulit mengucapkan kata dengan akhirnya huruf mati sepeti b, akhirnya nama dia berubah.

Meninggalnya Ricky Yacobi Jadi Pelajaran Legenda Timnas Indonesia Lain Kronologi Detik-Detik Meninggalnya Ricky Yacobi, Usai Cetak Gol Innalillahi! Legenda Timnas, Ricky Yacobi Meninggal Dunia Usai Bermain Bola
Medan Selection

Dengan maksud memudahkan masyarakat Jepang memanggil namanya, Ricky akhirnya menambahkan akhiran i pada belakang namanya menjadi Yacobi. Sayangnya memang, cuaca yang dingin menghambat adaptasinya di sana. Dalam enam laga, Ricky hanya sanggup mengemas satu gol saja.

“Satu hal yang saya kagum dan saya salut, pemain-pemain di sana disiplinnya luar biasa. Kemudian fasilitasnya sangat luar biasa,” bilang Ricky Yacobi beberapa waktu lalu.

Sukses Pemain kenapa Tak jadi Pelatih?

Sukses menjalani karier sebagai pemain, Ricky Yacobi tak memilih menjadi pelatih dan memunculkan pertanyaan. Bahkan rekan seangkatannya, Bambang Nurdiansyah pun tak tahu alasan Ricky tak mau menjadi nahkoda tim. Meski memang, dia pernah tercatat sebagai Direktur Pembinaan Usia Dini era Edy Rahmayadi

Innalillahi! Legenda Timnas, Ricky Yacobi Meninggal Dunia Usai Bermain Bola
Antara

“Saya kurang mengerti (soal Ricky tak jadi pelatih). Dia punya SSB. Dia bekerja di salah satu perusahaan sepatu dan kaos. Tapi dia memang memperhatikan pembinaan dengan beberapa kali terlibat pembinaan usia dini di grassroot,” ungkap Bambang Nurdiansyah kepada Football5Star.

Banur, sapaan akrab Bambang Nurdiansyah, mengenang almarhum sebagai sosok yang sangat berkarakter. Ricky Yacobi disebutnya sosok yang berani kritis kalau menurutnya benar.

“Artinya dia pemain yang punya karakter, yang pasti dia orang yang keras. Dia akan mengatakan itu benar, salah, berhadapan dengan manajer. Dia kritis. Itu terjadi di timnas ketika manajemen diganti. Menyuarakan,” pungkas Banur.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More