Rivalitas Kelewat Batas, Kenapa Pemain yang Kena Imbas?

Football5star.com – Rivalitas suporter Indonesia boleh dibilang sudah kelewat batas. Korban kini bukan cuma antarsuporter. Tapi, kenapa pemain juga jadi imbas? Padahal mereka cuma bekerja membela timnya.

Kejadian memilukan yang menimpa pemain sebagai imbas rivalitas suporter sudah dua kali terjadi terhitung sejak akhir Juli lalu. Kala itu, bus Persija diserang oleh oknum tak bertanggung jawab usai uji lapangan jelang final Piala Indonesia leg kedua di Stadion Andi Mattalatta, 28 Juli lalu.

Kronologi Skuat Persija Diserang Oknum Suporter di Markas PSM 1 - Instagram @docbro
docbro

Bahkan, laga itu terpaksa ditunda karena kondisi yang kurang memungkinkan. Pemain Persija memang tak mengalami luka parah. Hanya saja, salah satu ofisial tim mengalami luka serius pada bagian matanya.

Bukannya belajar, oknum suporter justru mengulang hal serupa pada Sabtu (14/9/2019). Kali ini, kejadian tak terpuji itu menimpa bus Persib Bandung yang tengah menuju ke hotel usai dijamu Tira-Persikabo di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Ardiidrus

Senasib dengan Persija, bus yang ditumpangi mereka terkena lemparan batu. Kondisinya lebih parah. Lemparan itu memakan korban pemain Persib. Omid Nazari dan Febri Haryadi menjadi korban pelemparan. Nazari terkena cukup parah hingga pendarahan cukup banyak di pelipisnya.

Menunggu Sikap Tegas Komdis PSSI

Tentu, dua kejadian ini merupakan satu catatan merah bagi para suporter Indonesia. Rivalitas memang sah-sah saja dalam sepak bola. Tapi, itu hanya 90 menit saja. Apalagi tak sampai memakan korban, terutama ke pemain.

Tentu, saat ini tinggal menunggu ketegasan dari Komisi Disiplin PSSI. Apalagi, saat Persija terkena lemparan batu, PSSI sama sekali tak memberikan putusan maupun imbauan kepada suporter.

Beberapa waktu lalu Wakil Ketua Komdis PSSI, Umar Husein, mengaku tak menerima laporan soal kejadian di Makassar. Makanya, mereka tak bisa memutuskan kalau bukti tak ada secara utuh.

“Saya belum terima. Pasti salah nanti. Jadi surat itu kan masuk ke PSSI. Nah PSSI menilai apakah ini masuk ranah Komdis atau tidak. Kan begitu, ujar Umar.

Diharapkan jelas bahwa ada hukuman yang tegas buat suporter yang mencederai sportivitas. Apalagi, sebelumnya dalam laga Tira-Persikabo jua terjadi bentrok antarsuporter di dalam stadion.

Comments
Loading...