Robert Alberts Miris Lihat Nasib Pelaku Sepak Bola Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, merasa sangat sedih melihat banyaknya pelaku sepak bola Indonesia yang beralih profesi. Menurut Robert, para pelaku sepak bola menjadi salah satu korban terbesar dari pandemi Covid-19.

Seperti yang diketahui, para pelaku sepak bola memang hanya mendapat gaji 25% dari nilai kontraknya selama kompetisi terhenti. Hal ini membuat ada banyak pemain maupun pelatih yang mencari cara lain untuk mencari pemasukan tambahan.

“Kami hidup dengan gaji 25% dan tidak banyak orang yang bisa bertahan. Kalian bisa lihat ada cerita pemain menjadi penjaga bank, membuka usaha atau ada juga yang sudah menjual barang-barangnya,” kata Robert Alberts seperti dikutip dari laman Republik Bobotoh.

Robert Alberts - Persib - Indonesia - persib.co. id - covid-19
persib.co.id

“Jadi terlihat kami seolah menjadi korban meskipun tidak bersalah. Tidak banyak yang bisa dilakukan karena (Pandemi) Covid-19,” kata Robert menambahkan.

Lebih lanjut, Robert meminta PSSI dan PT LIB untuk segera memberi kepastian soal nasib Liga 1. Menurut Robert, Persib tak akan bisa mempersiapkan diri secara serius selama belum mendapat kepastian dari PSSI dan PT LIB.

“Kami membangkitkan diri sendiri, membangun rencana baru lagi, mempersiapkan kami untuk memulai di Februari dan dalam waktu dekat pemain akan diberi program latihan spesifik.”

“Tapi itu hanya jika kami tahu kapan kompetisi akan dimulai lagi. Kami tidak bisa melakukan latihan serius lagi dengan tidak ada target atau akan ada pembatalan lagi. Jadi untuk saat ini kami mundur dulu untuk membangkitkan mental maupun fisik tentunya,” tutup Robert.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More