Rochy Putiray: Buat Apa Pembinaan Usia Dini Kalau Banyak Striker Asing?

Football5Star.com, Indonesia – Salah satu legenda Timnas Indonesia, Rochy Putiray, melancarkan kritik soal banyaknya striker asing di Liga 1. Dia menyebut pembinaan usia dini akan percuma bila legiun import tak dibatasi.

Tak bisa ditampik, para pemain lokal memang belakangan tergerus oleh dominasi striker-striker asing yang datang. Kesenangan klub-klub Indonesia memilih mainkan striker asing ketimbang lokal tentu menjadi efek domino.

Semenjak era Liga 1 saja, tak ada satu pun striker lokal yang mampu keluar sebagai top skorer. Terakhir kali striker lokal menjadi raja di negeri sendiri terjadi pada 2013 lalu saat Boaz Solossa mencetak 25 gol.

Kondisi ini dikritisi oleh Rochy Putiray. Pria yang ketika masih jadi pemain pernah mencetak dua gol melawan AC Milan kala membela Kitchee FC itu bilang percuma pembinaan usia muda kalau striker asing tak dibatasi.

Kamu Pasti Enggak Tahu! 5 Pemain Indonesia yang Berprestasi di Luar Negeri Rochy Putiray: Buat Apa Pembinaan Usia Dini Kalau Banyak Striker Asing?

“Saya sudah bilang di narasi, ini bukan Tim Nasional. Tapi timnas naturalisasi. Makanya banyaknya pemain asing dan pelatih asing jadi ngapain punya pembinaan usia dini, federasi harusnya buat aturan soal pelatih atau pemain asing,” ungkap Rochy Putiray kepada wartawan.

Rochy sendiri baru saja terlibat dalam acara reuni bertajuk Primavera Baretti vs Garuda Indonesia. Dia sangat senang bertemu dengan rekan-rekannya dahulu.

“Senang banget bisa bertemu dengan mentor-mentor. Tapi yang saya sesali kenapa orang luar, bukan federasi. Harusnya federasi rangkul senior yang sudah makan asam garam di sepak bola Indonesia, dengan acara-acara seperti ini sangat bagus,” tutup Rochy Putiray.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More